Polsek Tanjungpinang Kota menyalurkan bantuan 25.000 liter air bersih bagi warga Pulau Penyengat yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau yang berlangsung hampir dua bulan. Bantuan ini merupakan bagian dari komitmen kepolisian untuk memenuhi kebutuhan dasar warga di tengah krisis air bersih.
TANJUNGPINANG — Aparat Polsek Tanjungpinang Kota, Polda Kepulauan Riau, kembali menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 25.000 liter untuk masyarakat Pulau Penyengat. Wilayah ini mengalami kekeringan setelah dua bulan terakhir dilanda musim kemarau berkepanjangan.
Kapolsek Tanjungpinang Kota Iptu Freddy Simanjuntak menyampaikan bahwa pendistribusian ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri dalam melayani masyarakat yang terdampak keterbatasan air bersih.
"Pendistribusian air bersih ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri dalam memberikan pelayanan dan membantu masyarakat yang terdampak kondisi kekurangan air bersih," kata Kapolsek saat memimpin penyaluran di Pulau Penyengat, Kamis.
Total Distribusi Capai 70.000 Liter Sejak Awal Agustus
Iptu Freddy menyebutkan bahwa sejak awal Agustus 2026, Polsek Tanjungpinang Kota telah menyalurkan total 70.000 liter air bersih ke sejumlah wilayah terdampak. Daerah yang telah menerima bantuan meliputi Kelurahan Kampung Bugis, Senggarang, Pulau Penyengat, serta wilayah Rutan Kampung Jawa.
Distribusi akan terus berlanjut secara bertahap hingga curah hujan kembali normal. Polsek menargetkan total penyaluran mencapai 150.000 liter air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan.
27 Sumur di Pulau Penyengat Mengering dan Terasa Asin
Ketua RT 02 Penyengat, Bambang Sumardi, mengonfirmasi bahwa krisis air telah melanda wilayahnya selama periode Juli-Agustus 2026. Sebanyak 27 sumur di lima perkampungan mengalami kekeringan dan airnya sudah terasa asin.
"Sumber air sangat terbatas karena sudah hampir dua bulan tidak hujan. Sumur mengering, dan SWRO juga dalam perbaikan. Alhamdulillah dapat bantuan air dari Polri, warga sangat terbantu sekali," ujar Bambang.
Penyaluran Lewat Jalur Laut dengan Pompong
Bantuan air bersih diangkut menggunakan pompong atau kapal kayu melalui jalur laut. Pulau Penyengat berada di seberang pusat ibu kota Tanjungpinang dengan waktu tempuh penyeberangan sekitar 10-15 menit.
Kapolsek mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk swasta, yang turut berkontribusi dalam pendistribusian air bersih. Sementara itu, Bambang mengimbau warga untuk lebih hemat dan bijak dalam menggunakan air di tengah musim kemarau yang masih berlangsung.