Pencarian

Pajak Hotel dan Restoran Batam Naik Signifikan di Semester I 2026, Wali Kota Sebut Pariwisata Jadi Pendorong Utama

Selasa, 08 September 2026 • 21:32:01 WIB
Pajak Hotel dan Restoran Batam Naik Signifikan di Semester I 2026, Wali Kota Sebut Pariwisata Jadi Pendorong Utama
Penerimaan pajak hotel dan restoran Batam pada semester I 2026 meningkat signifikan, didorong oleh tingginya kunjungan wisatawan.

Kunjungan wisatawan yang tinggi mendorong penerimaan pajak hotel dan restoran di Batam, Kepulauan Riau, meningkat tajam pada paruh pertama 2026. Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyebut sektor ini tumbuh hingga puluhan persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

BATAM — Penerimaan daerah dari sektor pariwisata di Batam menunjukkan geliat positif. Pajak hotel dan restoran pada semester I 2026 tercatat melesat, seiring dengan derasnya arus kunjungan wisatawan mancanegara maupun domestik ke kota industri tersebut.

Data yang dihimpun Pemerintah Kota Batam menunjukkan penerimaan pajak hotel mencapai Rp101,1 miliar sepanjang Januari-Juni 2026. Angka ini melonjak dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp76,3 miliar, atau tumbuh sekitar 32,8 persen.

Pajak Restoran Tumbuh 22,5 Persen

Sektor kuliner pun turut menikmati berkah pariwisata. Penerimaan pajak restoran naik dari Rp88,9 miliar pada semester I 2025 menjadi Rp108,9 miliar pada semester I 2026, mencatatkan pertumbuhan 22,5 persen.

Kenaikan di dua sektor ini berjalan seirama dengan pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Batam yang mencapai Rp1,261 triliun. Realisasi tersebut meningkat dari Rp1,059 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya, atau tumbuh sekitar 19 persen.

Arus Wisman Hampir Sentuh Satu Juta Kunjungan

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisatawan mancanegara ke Batam pada Januari-Juli 2026 mencapai 964.457 kunjungan. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan capaian periode yang sama tahun lalu yang sebanyak 861.997 kunjungan.

Wisatawan asal Singapura, Malaysia, dan China masih mendominasi kunjungan ke Batam. Selain itu, terdapat pula peningkatan kunjungan dari India serta negara-negara Asia Tenggara seperti Filipina dan Myanmar.

Selisih Kurs Jadi Pemicu Lonjakan Turis Akhir Pekan

Amsakar menjelaskan, tingginya kunjungan dari negara tetangga tidak lepas dari faktor nilai tukar. Perbedaan kurs rupiah terhadap dolar Singapura dan ringgit Malaysia membuat belanja di Batam terasa lebih murah bagi wisatawan kedua negara tersebut.

“Tren Singapura dan Malaysia akibat selisih kurs rupiah dengan SGD dan ringgit, rata-rata Jumat, Sabtu, Minggu, volume kedatangan mereka dari Singapura dan Malaysia kepada kami itu luar biasa tinggi,” katanya di Batam, Selasa.

Laporan dari pelabuhan menunjukkan volume kedatangan wisatawan dari kedua negara tersebut meningkat signifikan, terutama pada akhir pekan.

Indikator Ekonomi dan Target Pengentasan Kemiskinan

Menurut Amsakar, pertumbuhan penerimaan pajak ini menjadi indikator sederhana untuk mengukur aktivitas ekonomi masyarakat. Arus wisatawan yang tinggi disebutnya mampu mendorong sektor akomodasi, konsumsi makanan dan minuman, hingga usaha penunjang lainnya.

Geliat ini sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai salah satu kota tujuan Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE) yang masuk dalam 10 kota prioritas nasional. Dia berharap tren positif ini berkelanjutan seiring dengan perkembangan sektor industri dan investasi.

“Industri terus bergerak, pusat data dibangun, sektor pariwisata bergerak. Harapan saya tentu saja angka kemiskinan kita turun,” ujar Amsakar.

Follow batamvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kepri.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks