Review Masalah Jaecoo J5 EV: Baterai Rp195,5 Juta yang Rapuh di Jalan Rusak

Penulis: Ridwan Azhari  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 12:42:31 WIB
Baterai Jaecoo J5 EV milik seorang pemilik di Semarang mengalami kerusakan setelah digunakan kurang dari tiga minggu.

KEPULAUAN RIAU — Mobil listrik baru yang belum genap tiga minggu dipakai, lalu rusak parah di bagian baterai dengan estimasi biaya perbaikan hampir seperempat miliar rupiah. Ini bukan skenario terburuk, melainkan kenyataan yang dialami Theodorus Herutomo Theo, pemilik Jaecoo J5 EV yang mobilnya diserahterimakan pada 1 Juli 2026.

Peristiwa ini menjadi alarm bagi calon pembeli mobil listrik di Indonesia, khususnya yang sering melakukan perjalanan antar kota dengan kondisi jalan kurang mulus.

Kronologi: Dari Suara "Pletak" hingga Ikon Kura-Kura Hijau

Insiden bermula saat Theo melintasi jalan menuju Semarang. Dari bawah mobil terdengar bunyi "pletak" yang samar, namun cukup jelas terdengar di kabin. Tidak lama berselang, panel instrumen menampilkan ikon kura-kura hijau—sinyal bahwa sistem membatasi kecepatan maksimal hanya 30 km/jam sebagai mode perlindungan darurat.

Theo segera menghubungi layanan pelanggan Jaecoo. Pihak CS menyarankan untuk mematikan mesin selama 30 menit hingga satu jam. Setelah menunggu 40 menit, mobil kembali normal dan perjalanan dilanjutkan.

Namun keesokan harinya, saat mobil dinyalakan di Semarang, masalah yang sama muncul kembali. Theo langsung membawa kendaraannya ke bengkel resmi Jaecoo Semarang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Reporter: Ridwan Azhari
Sumber: otomotif.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top