Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mendorong pengembangan usaha pertanian di wilayah pedesaan sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan, salah satunya melalui kelompok tani di Desa Toapaya Utara, Kabupaten Bintan. Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura menyebut Bintan telah menjadi sentra pertanian yang produknya menembus pasar Batam dan Tanjungpinang.
BINTAN — Kelompok Tani (Poktan) Bintan Jaya di Kampung Kangboy, Desa Toapaya Utara, Kabupaten Bintan, membuktikan lahan seluas delapan hektare mampu menjadi penopang pasokan pangan bagi dua kota terbesar di Kepulauan Riau. Setiap pekan, kelompok tani ini mengirim sedikitnya 400 kilogram cabai hijau ke Kota Tanjungpinang dan Batam dengan harga Rp40 ribu per kilogram.
Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura meninjau langsung lokasi pertanian tersebut pada Sabtu (22/8) dan menyebut pengalaman Poktan Bintan Jaya bisa menjadi model pengembangan pertanian bagi daerah lain di Kepri. Menurutnya, karakteristik wilayah kepulauan menghadirkan tantangan tersendiri, mulai dari cuaca ekstrem, angin kencang, hingga curah hujan yang tidak menentu.
Gaji Buruh Tani Rp100 Ribu per Setengah Hari
Kepala Desa Toapaya Utara, Said, yang juga petani setempat, mengatakan usaha pertanian ini menyerap sekitar sepuluh orang buruh tani. Mereka khusus bertugas memanen hasil pertanian, termasuk cabai hijau.
"Seorang buruh tani bisa mendapatkan gaji Rp100 ribu bahkan lebih untuk memanen cabai, mulai pagi hingga siang hari atau setengah hari. Kemampuan panen cabai per orang rata-rata 25 kilogram," kata Said di Bintan, Sabtu (22/8).
Panen cabai hijau dilakukan rutin seminggu sekali. Selain cabai, kelompok tani ini juga membudidayakan pepaya kalifornia dengan sekitar 1.000 pohon yang hasilnya dipasarkan ke Tanjungpinang hingga Batam dengan harga Rp8 ribu per kilogram.
Pupuk Subsidi dan Serangan Penyakit Jadi Perhatian
Wagub Nyanyang memastikan pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Salah satu fokus utama adalah memastikan penyaluran pupuk subsidi berkelanjutan demi menunjang hasil pertanian lokal.
Sementara itu, di tingkat lapangan, petani sempat menghadapi kendala akibat musim hujan yang mengganggu perawatan tanaman cabai. Said menyebut serangan penyakit embun bulu pada bagian pucuk sempat menjadi ancaman, namun dapat diatasi dengan pemberian cairan dimethoate agar tampilan hasil panen tetap mulus dan berkualitas.
Jenis tanaman cabai, nanas, dan pepaya kalifornia dinilai masih menguntungkan karena harganya relatif stabil dibandingkan komoditas lain yang cenderung berfluktuasi. Wagub menilai metode pertanian yang berhasil di Toapaya Utara dapat dikembangkan di wilayah lain di Kepri dengan menyesuaikan kondisi masing-masing daerah.