Pencarian

Kementan Turunkan 9 Penyuluh ke Natuna, 497 Petani di 6 Kecamatan Terima 38.500 Bibit Kelapa

Minggu, 23 Agustus 2026 • 15:39:02 WIB
Kementan Turunkan 9 Penyuluh ke Natuna, 497 Petani di 6 Kecamatan Terima 38.500 Bibit Kelapa
petani di enam kecamatan Natuna menerima 38.500 bibit kelapa dari Kementerian Pertanian.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Natuna memastikan 497 petani yang tergabung dalam 34 kelompok tani akan menerima bantuan 38.500 batang bibit kelapa dari Kementerian Pertanian (Kementan). Pendampingan teknis dari sembilan penyuluh pertanian mulai mengawal proses pengolahan lahan hingga pemeliharaan di enam kecamatan.

NATUNA — Sebanyak 497 petani di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, tengah bersiap menggarap lahan perkebunan kelapa baru. Mereka adalah penerima program pengembangan komoditas kelapa dari Kementerian Pertanian (Kementan) yang mencakup bantuan bibit, pupuk organik, hingga dukungan dana pengolahan lahan.

Kepala DKPP Kabupaten Natuna, Wan Syazali, mengatakan sembilan penyuluh pertanian telah diterjunkan untuk mendampingi petani di enam kecamatan. Pendampingan ini bertujuan memastikan proses pengolahan lahan, penanaman, hingga pemeliharaan dilakukan sesuai teknis yang dianjurkan agar tanaman tumbuh optimal.

Enam Kecamatan dan Bantuan yang Diterima Petani

Program ini menyasar petani di Kecamatan Bunguran Tengah, Bunguran Batubi, Bunguran Timur, Bunguran Timur Laut, Bunguran Selatan, dan Bunguran Utara. Selain bibit kelapa, pemerintah memberikan dukungan dana untuk dua kegiatan utama, yaitu pengolahan dan pemeliharaan lahan serta kegiatan penanaman.

Bantuan pupuk organik juga disalurkan untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Penyerahan bantuan secara keseluruhan dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026.

Edukasi Teknis Sebelum Tanam

Sebelum bantuan diserahkan, para petani telah menerima edukasi dari Kementan pada Sabtu (22/8). Materi pelatihan mencakup pengolahan lahan, pembuatan lubang tanam, teknik penanaman, hingga cara penggunaan pupuk yang tepat.

Ketua Kelompok Tani Karya Makmur, Tutus Setiawan, mengaku edukasi tersebut memberikan pengetahuan baru bagi para petani. Menurutnya, petani tidak hanya menerima bantuan fisik, tetapi juga dibekali cara merawat tanaman kelapa sejak awal.

"Petani juga diajarkan bagaimana mengolah lahan, membuat lubang tanam dan menggunakan pupuk. Jadi kami tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga mendapat pengetahuan untuk merawat tanaman," ujarnya.

Harapan Petani: Pendampingan Berkelanjutan

Tutus berharap pendampingan dari penyuluh dapat berlanjut hingga tanaman kelapa tumbuh dan menghasilkan. Dengan begitu, pengembangan komoditas ini bisa memberikan manfaat ekonomi nyata dan meningkatkan pendapatan petani di Natuna.

"Saya mewakili teman-teman mengucapkan terima kasih kepada Kementan karena telah membantu kami dan kami berkomitmen untuk memelihara dengan baik," kata Tutus.

Langkah Kementan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat perkebunan kelapa di Natuna, salah satu daerah penghasil kelapa di Kepulauan Riau. Dengan pendampingan teknis yang berkelanjutan, produktivitas kebun kelapa diharapkan meningkat dan kesejahteraan petani ikut terdongkrak.

Follow batamvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kepri.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks