Pencarian

Wagub Kepri Panen Raya Cabai Hingga Nanas di Bintan, 400 Kilogram Dikirim ke Tanjungpinang dan Batam

Minggu, 23 Agustus 2026 • 15:38:31 WIB
Wagub Kepri Panen Raya Cabai Hingga Nanas di Bintan, 400 Kilogram Dikirim ke Tanjungpinang dan Batam
Wagub Kepri memimpin panen raya cabai hijau, nanas, dan pepaya california di lahan Poktan Bintan Jaya, Desa Toapaya Utara, Bintan, Kamis (20/8).

Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nyanyang Haris Pratamura memimpin panen raya cabai hijau, nanas, dan pepaya california di lahan Kelompok Tani (Poktan) Bintan Jaya, Desa Toapaya Utara, Bintan, Kamis (20/8). Panen yang berlangsung di Kampung Kangboy ini menjadi ajang evaluasi bantuan pemerintah serta dialog langsung antara wagub dan petani soal kendala pengairan hingga serangan hama.

BINTAN — Terik matahari tidak menyurutkan aktivitas para ibu bertopi caping yang sibuk memetik cabai hijau di hamparan lahan seluas 4.000 meter persegi tersebut. Mereka mengumpulkan hasil panen ke dalam bakul sebelum akhirnya dikirim ke luar daerah.

Kehadiran orang nomor dua di Kepri itu bukan sekadar seremoni. Nyanyang turun langsung memetik komoditas unggulan dan mencicipi nanas yang baru diambil dari pohonnya.

"Secara umum hasil panennya bagus. Nanasnya manis dan bebas hama," ujar Nyanyang di sela kegiatan.

Poktan Bintan Jaya Kirim 400 Kilogram Cabai per Pekan

Ketua Poktan Bintan Jaya, Kaharudin (Ameng), mengelola lahan delapan hektare yang terdiri dari budi daya pepaya california, nanas, dan cabai hijau. Dari luas lahan cabai saja, kelompok tani ini rutin memanen hingga 400 kilogram setiap pekan.

Hasil panen tersebut langsung dipasarkan ke Kota Tanjungpinang dan Batam dengan harga Rp40 ribu per kilogram. Adapun untuk pepaya california, dari sekitar 1.000 pohon yang dimiliki, harga jualnya mencapai Rp8 ribu per kilogram.

Kepala Desa Toapaya Utara, Said, menyebut sektor pertanian ini menyerap sekitar 10 buruh tani. Dalam setengah hari kerja, seorang buruh mampu memetik rata-rata 25 kilogram cabai dengan upah Rp100 ribu atau lebih.

Cuaca Ekstrem dan Hama Jadi Tantangan Utama Petani

Di balik hasil panen yang melimpah, para petani di wilayah kepulauan ini menghadapi tantangan yang tidak ringan. Cuaca ekstrem, angin kencang, curah hujan tidak menentu, hingga kondisi tanah menjadi faktor utama yang memengaruhi produktivitas lahan.

Musim hujan sempat mengganggu perawatan tanaman, terutama cabai, akibat serangan hama pada bagian pucuk. Kondisi yang disebut penyakit embun bulu itu berhasil diatasi dengan penyemprotan dimethoate sehingga kualitas dan tampilan fisik hasil panen tetap terjaga.

"Kami sebut itu penyakit embun bulu di bagian pucuk, tetapi masih bisa diatasi," ucap Said.

Desa Toapaya Utara Jadi Lumbung Pangan Sejak 2022

Desa Toapaya Utara telah ditetapkan sebagai salah satu lumbung pangan oleh Pemerintah Kabupaten Bintan sejak 2022. Berbagai bentuk bantuan rutin disalurkan kepada petani, mulai dari bibit, pupuk, hingga program penyuluhan pertanian.

Dalam dialog dengan wagub, sejumlah keluhan petani mengemuka, mulai dari kendala pengairan, keterbatasan sarana produksi, hingga akses pasar. Pemerintah daerah berkomitmen terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memastikan penyaluran pupuk bersubsidi berjalan lancar.

"Panen bersama ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah hadir mendampingi para petani," kata Nyanyang.

Penerapan sistem pertanian ramah iklim menjadi kunci andalan Poktan Bintan Jaya. Kombinasi pupuk cair dan pupuk kandang dari kotoran ayam terbukti ampuh meningkatkan hasil panen, menjaga tanaman dari serangan virus, sekaligus memperbaiki kesuburan tanah.

Follow batamvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kepri.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks