BATAM — Angin kencang yang melanda wilayah Kepulauan Riau (Kepri) dalam beberapa hari terakhir menjadi biang keladi minimnya potensi hujan. BMKG Hang Nadim Batam mencatat kelembaban udara di lapisan atmosfer atas relatif rendah, membuat pembentukan awan hujan tidak optimal meski suhu permukaan terbilang panas.
Berdasarkan laporan prakiraan cuaca yang berlaku mulai Minggu (23/8) pukul 07.00 WIB hingga Senin (24/8) pukul 07.00 WIB, suhu udara di dua kota industri, Batam dan Karimun, diprediksi mencapai 32 derajat Celcius. Kondisi ini dirasakan lebih panas dibandingkan wilayah lain seperti Bintan yang suhu maksimalnya hanya 31 derajat Celcius.
Kepala Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam dalam keterangan resminya menjelaskan bahwa hembusan angin yang cukup kuat menjadi faktor utama terhambatnya pertumbuhan awan hujan. Angin yang bertiup dari arah Selatan hingga Tenggara tersebut memotong suplai uap air dari laut ke daratan.
"Angin kencang dan kelembaban udara lapisan atas yang relatif rendah menjadi faktor utama minimnya potensi hujan di wilayah Kepulauan Riau," demikian bunyi laporan resmi BMKG Hang Nadim Batam yang dikutip dari GoWest.ID.
Dari tujuh kabupaten/kota di Kepri, Kota Batam dan Kabupaten Karimun menjadi wilayah dengan suhu tertinggi, yakni 32 derajat Celcius. Sementara itu, Kabupaten Lingga justru menjadi wilayah paling sejuk dengan suhu maksimal hanya 29 derajat Celcius.
Kecepatan angin tertinggi diprediksi terjadi di Kabupaten Karimun dan Lingga, mencapai 24 kilometer per jam. Kondisi ini berpotensi membuat pohon atau baliho di lokasi tersebut lebih rawan tumbang dibanding hari biasanya.
BMKG Hang Nadim Batam merilis prakiraan cuaca detail untuk masing-masing daerah. Berikut rincian lengkapnya:
Masyarakat di pesisir dan wilayah perairan antar pulau diimbau mewaspadai gelombang tinggi akibat angin kencang yang berembus konsisten. Nelayan yang hendak melaut disarankan memeriksa prakiraan cuaca terbaru sebelum beraktivitas.
BMKG juga mengingatkan potensi kebakaran lahan di area terbuka, mengingat kondisi udara yang kering dan panas di siang hari. Warga diminta tidak membakar sampah atau membuka lahan secara sembarangan selama periode angin kencang ini berlangsung.