Bappenas Dorong Blockchain untuk Petani, Target Ekonomi Digital Tembus 12-13% PDB pada 2029

Penulis: Fadhli Usman  •  Rabu, 26 Agustus 2026 | 12:53:31 WIB
Menteri PPN/Bappenas menyampaikan potensi pemanfaatan blockchain untuk sektor pertanian dalam acara Indonesia Digital Blockchain Week 2026 di Jakarta.

KEPULAUAN RIAU — Rachmat menyampaikan hal tersebut dalam acara Indonesia Digital Blockchain Week 2026 di Jakarta, Rabu (26/8). Menurutnya, blockchain memiliki ruang besar apabila digunakan untuk menjawab kebutuhan nyata di sektor riil.

"Blockchain memiliki ruang yang besar apabila digunakan untuk menjawab kebutuhan nyata, yaitu meningkatkan efisiensi, transparansi, traceability, integritas, dan kepercayaan," kata Rachmat, dilansir dari Antara.

Traceability Kopi: Petani Desa Tembus Pasar Internasional

Rachmat mencontohkan pengalaman seorang petani kopi yang berhasil mengembangkan sistem traceability berbasis blockchain. Sistem ini memungkinkan konsumen dari berbagai negara berkomunikasi langsung dengan petani di Indonesia.

Pengalaman tersebut dinilai menunjukkan manfaat blockchain dalam mempertemukan pelaku pembangunan dari tingkat desa hingga pasar internasional. Dalam konteks pembangunan, teknologi ini dapat diterapkan dalam kerangka perencanaan pembangunan nasional untuk mendukung ekonomi digital, pemerintahan digital, serta tata kelola data yang lebih transparan dan terintegrasi.

Pilar Transformasi Digital dalam RPJMN 2025-2029

Mengacu Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, transformasi digital ditopang tiga pilar utama. Ketiganya adalah masyarakat digital, infrastruktur digital, dan pemerintahan digital.

Pemerintah juga mendorong investasi teknologi baru, keterpaduan data, serta riset dan inovasi untuk memastikan transformasi digital berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi berkualitas. Target kontribusi ekonomi digital terhadap PDB dipatok mencapai 12-13 persen pada 2029.

Bagi pelaku bisnis pertanian, adopsi blockchain dapat menjadi pembeda dalam rantai pasok global. Konsumen internasional semakin menuntut transparansi asal-usul produk, dan teknologi ini menjawab kebutuhan tersebut secara langsung.

Reporter: Fadhli Usman
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top