BATAM — Instruksi tersebut ditegaskan Dudy saat mengumpulkan seluruh unit pelaksana teknis (UPT) Kementerian Perhubungan di Batam pada Senin (24/8/2026). Sehari setelahnya, ia menyampaikan bahwa Kepri memiliki peran strategis dengan pergerakan transportasi laut dan udara yang sangat sibuk.
"Kita bersama tahu bahwa Kepulauan Riau merupakan wilayah yang strategis serta sangat sibuk, terlebih pergerakan transportasi laut maupun udara. Ada peran strategis dan tanggung jawab besar Kementerian Perhubungan yaitu keselamatan," ujar Dudy di Jakarta, Selasa (25/8/2026).
Pemeriksaan Dadakan Tanpa Jadwal Tetap
Dalam aturan baru itu, petugas tidak cukup hanya melakukan pemeriksaan administratif. Kondisi aktual sarana, prasarana, kru, serta sistem keselamatan operator harus dipastikan langsung di lapangan.
Pemeriksaan acak atau random check menjadi salah satu poin krusial. Petugas diminta melakukan inspeksi mendadak sebelum sarana transportasi berangkat maupun setelah tiba di pelabuhan atau bandara. Metode ini dipilih agar operator tidak sempat menyiapkan diri hanya pada jadwal inspeksi yang sudah diketahui.
Selain itu, pengawasan turut mencakup sistem perawatan armada, kepatuhan operator terhadap ketentuan keselamatan, dan evaluasi berkala prasarana berdasarkan standar operasional prosedur. Jika ditemukan kondisi yang membahayakan, petugas wajib segera berkoordinasi dan mengambil tindakan dini.
Batam Jadi Titik Krusial Pengawasan Laut
Besarnya skala mobilitas di Batam menggambarkan tantangan pengawasan yang dihadapi. Pada periode angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Kementerian Perhubungan memperkirakan pergerakan penumpang laut di Batam mencapai 825.226 orang. Angka ini naik delapan persen dibandingkan 764.099 pergerakan pada periode sebelumnya.
Perkiraan tersebut mencakup penumpang domestik dan internasional yang tersebar di enam terminal utama: Batam Center, Sekupang, Nongsa Pura, Harbour Bay, Batu Ampar atau Bintang 99, serta Telaga Punggur. Posisi geografis Batam yang berhadapan langsung dengan jalur pelayaran internasional menjadikannya simpul perjalanan antarpulau dengan beban pengawasan besar.
Ramp Check 177 Kapal Jadi Langkah Awal
Sebelum instruksi menteri ditegaskan, Kemenhub telah melakukan ramp check terhadap 177 kapal yang beroperasi di wilayah Batam. Dari jumlah itu, 83 kapal diperiksa kelaiklautannya di Batam, 29 kapal diperiksa di luar Batam, dan 65 kapal lainnya merupakan kapal berbendera asing.
Pemeriksaan meliputi kondisi fisik armada hingga kesiapan peralatan keselamatan di atas kapal. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh moda transportasi di Kepri laik beroperasi sebelum risiko berubah menjadi kecelakaan.