Sebanyak 800 pesepeda dari 42 negara ambil bagian dalam ajang balap sepeda internasional Tour de Bintan 2026 yang berlangsung di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, pada 21-23 Agustus. Dari jumlah tersebut, 616 peserta merupakan pesepeda mancanegara yang turut memeriahkan sekaligus menjadi bagian dari promosi pariwisata daerah. Ajang yang berpusat di kawasan Lagoi Bay ini digelar Bintan Resorts berkolaborasi dengan Trifactor.
BINTAN — Kehadiran ratusan peserta asing dalam Tour de Bintan 2026 tidak hanya memeriahkan kompetisi, tetapi juga menjadi cerita promosi yang akan dibawa pulang ke negara masing-masing. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau Hasan mengatakan para peserta tidak datang sendirian, melainkan membawa keluarga dan komunitas selama berada di Bintan.
“Lebih jauh lagi, mereka pulang membawa pengalaman,” ujar Hasan dalam keterangan yang diterima di Batam, Selasa.
Menurut dia, pengalaman tersebut dapat menjadi cerita yang secara tidak langsung ikut mempromosikan Bintan dan Indonesia sebagai destinasi wisata olahraga di tingkat internasional.
Dominasi Pembalap Singapura di Kelas Bergengsi
Dari sisi prestasi, pembalap Singapura Eamon Lim tampil dominan dengan meraih juara pada kategori pria usia 19-34 tahun untuk Gran Fondo Classic 150 kilometer, Gran Fondo Century 100 kilometer, dan Individual Time Trial 17 kilometer.
Pada Gran Fondo Classic 150 kilometer, posisi kedua ditempati pembalap Singapura Khon Fung Tong, sedangkan posisi ketiga diraih pembalap Indonesia Qorismayu Irwandi Setra.
Sementara itu, pada kategori perempuan usia 19-34 tahun Gran Fondo Classic 150 kilometer, Rae Woon menjadi juara pertama, disusul Chng Jiaying Crystal dan Meliani Julia Martina Lee yang juga berasal dari Singapura.
Pesepeda Indonesia Ukir Prestasi di Lintasan Sendiri
Meski didominasi pembalap asing, pesepeda Indonesia tetap mencatatkan prestasi. Michyko Anesthasya menjadi juara pertama kategori Elite Individual Time Trial 17 kilometer setelah mengungguli sejumlah peserta mancanegara.
Prestasi lainnya diraih Chaidir Akbar yang menjadi juara pertama Gran Fondo Discovery 45 kilometer kategori pria usia 40-44 tahun.
Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Kelancaran Ajang
Chief Operating Officer Bintan Resorts Abdul Wahab mengatakan keberhasilan penyelenggaraan Tour de Bintan 2026 tidak terlepas dari kolaborasi pemerintah daerah, penyelenggara, pengelola kawasan, aparat keamanan, tenaga medis, komunitas, dan pelaku usaha.
“Kerja sama tersebut terlihat dari satu hal yang sederhana namun penting, yakni peserta dapat menyelesaikan perlombaan dengan aman di lintasan yang telah dipersiapkan,” ujarnya.
Dukungan pemerintah terlihat nyata dalam rangkaian kegiatan. Laksamana TNI (Purn.) Prof. Dr. Marsetio melepas peserta pada hari pertama, Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura pada hari kedua, serta Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad pada hari ketiga.
Koordinator Utama Tour de Bintan 2026 Raja Azmizal Usman menambahkan, kehadiran peserta mancanegara memberikan dampak terhadap penyelenggaraan kompetisi sekaligus promosi destinasi wisata Bintan di negara asal masing-masing peserta. Para peserta mengikuti sejumlah kategori perlombaan dengan tujuan beragam, mulai dari mengejar catatan waktu, menguji kemampuan, hingga menikmati pengalaman bersepeda di kawasan tropis Pulau Bintan.
Dengan berakhirnya ajang ini, aktivitas masyarakat di sejumlah ruas jalan yang sebelumnya menjadi lintasan perlombaan kembali normal. Namun, cerita dan pengalaman ratusan peserta mancanegara di Bintan diharapkan terus menjadi bagian dari promosi pariwisata Indonesia di tingkat internasional.