Pencarian

Wakil Bupati Lingga Buka Semarak Lomba Museum Linggam Cahaya 2026, Ada Lomba Tari Inai hingga Video Reels

Kamis, 27 Agustus 2026 • 02:03:01 WIB
Wakil Bupati Lingga Buka Semarak Lomba Museum Linggam Cahaya 2026, Ada Lomba Tari Inai hingga Video Reels
Wakil Bupati Lingga, Ir. H. Novrizal, membuka Semarak Lomba Museum Linggam Cahaya 2026 di Kabupaten Lingga.

LINGGA — Museum tidak lagi sekadar tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi diharapkan menjadi ruang belajar dan kreativitas bagi generasi muda. Hal ini yang coba diwujudkan Pemerintah Kabupaten Lingga melalui gelaran Semarak Lomba Museum Linggam Cahaya 2026 yang resmi dibuka Wakil Bupati Lingga, Ir. H. Novrizal, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung hingga 29 Agustus 2026 ini menghadirkan empat kategori perlombaan: Lomba Peragaan Busana Awang dan Dayang, Lomba Tari Inai Lingga, Lomba Video Reels Promosi Museum, serta Lomba Permainan Layang-Layang Kreasi.

Empat Kategori Lomba yang Bisa Diikuti Masyarakat

Keempat lomba tersebut dirancang untuk menjangkau berbagai kalangan, baik anak-anak, remaja, hingga dewasa. Lomba Tari Inai Lingga misalnya, menjadi ajang pelestarian tarian tradisional khas Melayu yang kerap ditampilkan dalam prosesi pernikahan adat. Sementara itu, Lomba Video Reels Promosi Museum menyasar generasi muda yang akrab dengan media sosial.

Ketua Dekranasda Kabupaten Lingga turut hadir dalam pembukaan kegiatan untuk memberikan dukungan langsung terhadap penyelenggaraan rangkaian acara.

Wabup: Warisan Budaya adalah Identitas yang Harus Dijaga

Dalam sambutannya, Novrizal menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mempersiapkan dan menyelenggarakan kegiatan ini. Ia menekankan bahwa partisipasi peserta merupakan langkah nyata dalam merawat warisan negeri.

“Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mempersiapkan dan menyelenggarakan kegiatan ini, serta kepada seluruh peserta yang telah ikut memeriahkan lomba. Semoga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik sesuai dengan rencana dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Novrizal.

Menurutnya, museum tidak boleh hanya dipandang sebagai tempat menyimpan benda-benda kuno. Melalui kegiatan yang kreatif dan edukatif, museum bisa menjadi ruang untuk memahami perjalanan sejarah, identitas, serta nilai-nilai budaya yang diwariskan para pendahulu.

Mendekatkan Museum ke Generasi Muda

“Warisan budaya adalah identitas yang harus kita jaga dan terus kita wariskan kepada generasi berikutnya. Karena itu, kegiatan-kegiatan seperti ini perlu terus didukung dan dikembangkan agar masyarakat semakin dekat dengan sejarah dan budayanya sendiri,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Lingga mendorong kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, komunitas, pelaku budaya, dan generasi muda dalam menjaga eksistensi warisan budaya daerah. Semarak Lomba Museum Linggam Cahaya 2026 menjadi salah satu wadah untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap sejarah, budaya, dan warisan negeri.

Merawat warisan bukan hanya tentang menjaga peninggalan masa lalu, tetapi juga memastikan cerita, nilai, identitas, dan jati diri negeri tetap hidup dan dikenal oleh generasi yang akan datang.

Follow batamvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rasio.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks