BP Batam Siapkan 26 Paket Infrastruktur 2026, dari Jalan Kargo Bandara hingga 133 Titik Banjir

Penulis: Muzakir Salim  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 00:44:01 WIB
Petugas menunjukkan peta lokasi 133 titik penanganan banjir yang menjadi prioritas BP Batam pada 2026.

BATAMBP Batam memastikan pembangunan infrastruktur tahun depan tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjawab keluhan harian warga. Sebanyak 26 paket pekerjaan disiapkan dengan rincian 19 paket untuk mendorong investasi dan 7 paket lainnya untuk penanganan kualitas hidup masyarakat.

Mouris Limanto menegaskan dua sasaran besar ini berjalan beriringan. Dari sisi ekonomi, targetnya investasi masuk dan lapangan kerja tumbuh. Sementara dari sisi layanan publik, BP Batam berfokus pada akses jalan, utilitas, pelabuhan, bandara, dan pengendalian banjir.

“Kami juga fokus terhadap akses jalan, utilitas jalan, pelabuhan dan bandara. Kami juga fokus pada penanganan banjir,” katanya kepada awak media, Rabu (26/8).

19 Paket untuk Percepatan Investasi dan Konektivitas

Direktur Pembangunan Infrastruktur BP Batam, Fesly Abadi Paranoan, merinci klaster investasi terbagi dalam tiga kelompok. Klaster pertama soal konektivitas dan logistik yang mencakup 9 paket, termasuk jalan masuk kargo Bandara Hang Nadim dan peningkatan Jalan Hang Tuah.

Klaster kedua berfokus pada utilitas kawasan dengan 4 paket, meliputi dinding penahan tanah Wisma Batam dan IPAL domestik KPLI-B3 Kabil. Klaster ketiga menyasar pembangunan di Kawasan Rempang dengan 6 paket, termasuk kantor camat, kantor lurah, dan masjid.

“Pembangunan agar masyarakat yang direlokasi mendapatkan fasilitas yang layak,” ujar Fesly. Dari total 19 paket tersebut, 15 di antaranya berstatus multiyears dan 4 paket single year.

133 Titik Banjir dan 18 Area Air Bersih Jadi Prioritas

Pada aspek layanan warga, BP Batam memetakan penanganan banjir di 133 titik genangan prioritas. Sebanyak 19 titik akan ditangani langsung oleh BP Batam, 6 titik lewat kolaborasi dengan Pemko, dan 108 titik menjadi kewenangan Pemko Batam.

“Target output tahun 2026 adalah 25 titik banjir tertangani,” tuturnya. Untuk mendukung hal ini, disiapkan 19 paket pembangunan drainase dan jembatan, termasuk peningkatan drainase Kawasan Melcem Batu Ampar dan pembangunan jembatan di Jl. Raja Alikelana.

Sementara untuk ketersediaan air bersih, BP Batam mengidentifikasi 18 stress area. Sebanyak 11 area sudah ditangani, sedangkan 7 area lain masih memerlukan paket pembangunan lanjutan. Salah satu proyek kuncinya adalah pembangunan IPA 50 lpd Sei Ladi yang berstatus multiyears 2025-2026.

Mengapa Proyek Ini Tidak Boleh Terlambat?

Mouris mengingatkan bahwa pekerjaan infrastruktur tidak bisa berjalan santai. Ia menekankan komitmen penyelesaian proyek tepat waktu meski harus bekerja di luar jam normal.

“Soal ketersediaan air, BP Batam telah mengidentifikasi 18 stress area dan 33 titik banjir, proyek proyek ini juga untuk menangani hal itu. Kita kerja tidak ada tanggal merah, kerja siang malam,” katanya.

Selain paket yang sudah ditetapkan, BP Batam juga menyiapkan pipeline perencanaan tahap berikutnya untuk lima sektor. Ini mencakup perimeter kargo Bandara Hang Nadim, jalan Sei Lekop, hingga pembangunan SWRO di Nongsa, Kabil, dan Batu Ampar untuk ketahanan air jangka panjang.

Reporter: Muzakir Salim
Sumber: ulasan.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top