NATUNA — DKPP Kabupaten Natuna kembali menggelar pengawasan mutu pangan di SPPG Bunguran Batubi dan SPPG Bunguran Utara pada 12-13 Agustus 2026. Pengujian menggunakan metode uji cepat kimia dengan Rapid Test Kit ini dilakukan langsung di lokasi untuk memastikan seluruh bahan baku aman dikonsumsi sebelum diolah.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKPP Kabupaten Natuna, Akmal Dusty, mengatakan kegiatan serupa rutin dilaksanakan setiap bulan di seluruh SPPG yang telah beroperasi di wilayah Kabupaten Natuna. "Hasilnya, seluruh sampel daging ayam dinyatakan negatif formalin, negatif boraks, dan negatif bangkai," ujarnya, Rabu.
Di SPPG Bunguran Batubi, petugas memeriksa tiga sampel PSAT, yakni kacang panjang, cabai merah, dan semangka. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh sampel negatif residu pestisida.
Sementara itu, pengawasan di SPPG Bunguran Utara mencakup pemeriksaan lima jenis PSAT, yaitu wortel, kol, kacang panjang, jeruk, dan bawang merah. "Hasil pemeriksaan menunjukkan wortel, kol, kacang panjang, dan jeruk negatif residu pestisida. Bawang merah juga negatif kandungan formalin," kata Akmal.
Selain PSAT, petugas melakukan pengujian terhadap tiga sampel daging ayam untuk mengetahui kandungan formalin, boraks, serta memastikan daging tidak berasal dari bangkai. Pemeriksaan ini menjadi bagian penting dari pengawasan keamanan pangan untuk menjamin kualitas gizi yang diterima masyarakat.
Langkah pengawasan ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Natuna dalam menjaga standar bahan pangan di SPPG. Dengan adanya pengujian berkala, diharapkan seluruh bahan baku yang diolah menjadi makanan bergizi benar-benar aman, berkualitas, dan memenuhi standar yang telah ditetapkan.