Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepulauan Riau (Kepri) memberangkatkan 20 lulusan SMK untuk mengikuti pelatihan kerja di Turki melalui program SMK Go Global. Para peserta akan menjalani pelatihan housekeeping dan bahasa Inggris selama tiga bulan di Batam Tourism Polytechnic. Program ini menjadi jembatan bagi lulusan vokasi asal Kepri untuk menembus pasar kerja internasional.
BATAM — Sebanyak 20 lulusan SMK asal Kepulauan Riau (Kepri) resmi mengikuti pelatihan program SMK Go Global untuk dipersiapkan bekerja di Turki. Pelatihan yang berlangsung tiga bulan ini digelar BP3MI Kepri bekerja sama dengan Batam Tourism Polytechnic, Rabu (12/2).
Kepala BP3MI Kepri Imam Riyadi mengatakan program ini merupakan bagian dari inisiatif nasional Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) untuk meningkatkan kapasitas calon pekerja migran dari jenjang pendidikan vokasi.
"SMK Go Global menjadi wujud kolaborasi seluruh stakeholder di Kepri, BP3MI, dan swakelola dengan sekolah swasta yakni Batam Tourism Polytechnic. Untuk batch pertama ini ada 20 orang yang mengikuti pelatihan housekeeping dan bahasa Inggris," kata Imam di Batam, Rabu.
Selama tiga bulan mengikuti pelatihan, para peserta tidak perlu memikirkan biaya pendidikan. BP3MI Kepri memastikan seluruh kebutuhan pembiayaan ditanggung, termasuk uang saku harian bagi peserta.
Imam menambahkan, ke depan pihaknya akan membuka dua kelas pelatihan tambahan untuk bidang housekeeping dan pramusaji. Langkah ini diambil agar kesiapan tenaga kerja tidak menjadi hambatan saat job order dari luar negeri masuk.
"Jadi, nanti akan terus berkelanjutan dengan kelas-kelas lainnya. Ini harus kita bangun bersama agar ketika ada job order, kita sudah punya tenaga kerja yang kompeten yang bisa ditempatkan di luar negeri," ujarnya.
Antusiasme lulusan SMK di Kepri terhadap program ini cukup tinggi. Hingga saat ini, BP3MI Kepri telah menjaring sekitar 2.544 peminat, dengan 276 orang di antaranya sudah mendaftar resmi.
Proses penjaringan dan pelatihan ini akan terus berjalan hingga 2029, sesuai dengan target program nasional yang dicanangkan pemerintah. Sebagian besar peserta merupakan warga Kepri yang baru menyelesaikan pendidikan SMK, namun lulusan SMA juga dipersilakan mendaftar.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Andi Agung menilai program ini menjadi peluang besar bagi lulusan pendidikan vokasi untuk bersaing di tingkat internasional. Menurutnya, keterampilan teknis lulusan SMK Kepri sebenarnya sudah mumpuni untuk kebutuhan industri lokal.
Hanya saja, untuk go international, penguasaan bahasa asing masih menjadi pekerjaan rumah. Dinas Pendidikan kini tengah mendorong sekolah-sekolah agar lebih intensif mengajarkan bahasa Inggris dan Mandarin.
"Ke depan Go Global tentunya harus dipersiapkan dengan matang. Apalagi masalah bahasa. Bahasa Inggris dan Mandarin ini sedang kami dorong agar lebih intensif lagi sekolah," katanya.
Direktur Batam Tourism Polytechnic Siska Amelia Maldin menyebut para peserta pelatihan berada pada rentang usia 20 hingga 35 tahun. Ia berpesan agar 20 peserta yang terpilih memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin.
"Jalani tiga bulan ke depan dengan semangat. Kalian yang terpilih di sini akan menjadi wajah Indonesia di kancah global dan ikut berkontribusi untuk devisa negara," ujarnya.
Setelah menyelesaikan pelatihan dan memenuhi persyaratan yang ditentukan, para peserta akan ditempatkan di Turki untuk bekerja di sektor perhotelan.