Gubernur Kepri Ansar Ahmad Kukuhkan ABPEDNAS dan Srikandi Jaga Desa, Perkuat Pengawasan Dana Desa hingga Garda Terdepan NKRI

Penulis: Mahsyar Hamdani  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:01:31 WIB
Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengukuhkan jajaran DPD ABPEDNAS dan Srikandi Jaga Desa di Bintan.

BINTAN — Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau resmi mengukuhkan jajaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) dan Srikandi Jaga Desa. Nyanyang Haris Pratamura memimpin DPD ABPEDNAS Provinsi Kepri. Sementara itu, Nenny Dwiyana dikukuhkan sebagai Ketua DPD Srikandi Jaga Desa Provinsi Kepri.

Prosesi ini menjadi bagian dari kegiatan Optimalisasi Jaksa Garda Desa (Jaga Desa) dalam Mendukung Program Prioritas Nasional. Acara di Hotel Bintan Agro itu turut dihadiri Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung RI Dr Reda Manthovani dan Dirjen Bina Pemerintahan Desa La Ode Ahmad P. Bolombo.

Kejaksaan Buka Akses Langsung Pengawasan BPD ke Kejari

Reda Manthovani menjelaskan, program Jaga Desa lahir untuk menekan potensi korupsi dalam pengelolaan keuangan desa. Sinergi dengan sistem keuangan desa memungkinkan proses pengelolaan dan pertanggungjawaban dana dipantau lebih efektif.

"Dengan demikian, para anggota BPD bisa langsung berkoordinasi dengan kejaksaan negeri. Jadi tidak ada batas lagi, langsung melaporkan kondisi yang ditemukan di lapangan," jelasnya dalam sambutan yang dikutip dari rilis yang diterima redaksi.

Peran BPD dan Jaga Desa tidak berhenti pada pengawasan anggaran. Reda menyebut kolaborasi ini juga diarahkan untuk memverifikasi penerima manfaat program Jaga Indonesia Pintar, memastikan bantuan pendidikan tepat sasaran hingga ke tingkat desa.

Desa Pesisir dan Pulau Terluar Jadi Garda Terdepan NKRI

Gubernur Ansar menilai kehadiran ABPEDNAS dan Srikandi Jaga Desa memiliki arti penting bagi Kepri yang berkarakteristik kepulauan dan berbatasan langsung dengan negara tetangga. Desa-desa pesisir dan pulau terluar disebutnya memiliki posisi strategis dalam menjaga keutuhan wilayah Indonesia.

"Kita yakin kehadiran ABPEDNAS dan Srikandi Jaga Desa ini memiliki peran yang sangat strategis sebagai ajang musyawarah antardesa, membantu mempercepat pengembangan potensi desa, membangun inovasi masyarakat di desa dan yang paling penting menjaga keutuhan NKRI," ujar Ansar.

Komitmen Pemprov Kepri untuk mengoptimalkan peran organisasi ini pun ditegaskan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. "Yang penting kita bekerja keras menjaga keamanan, menjaga keutuhan negeri ini. Agar desa-desa kuat, insyaallah negara akan hebat," katanya.

Program Prioritas Nasional di Kepri: MBG Capai 87,47 Persen

Dalam kesempatan itu, Gubernur Ansar memaparkan sejumlah program prioritas yang tengah berjalan di Kepri. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau 594.278 orang melalui 240 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di tujuh kabupaten/kota, atau mencapai 87,47 persen dari target.

Selain MBG, Pemprov juga mendorong realisasi Kampung Nelayan Merah Putih serta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Ansar berharap ABPEDNAS dan Srikandi Jaga Desa menjadi mitra penting pemerintah dalam memastikan program-program tersebut berjalan efektif hingga ke tingkat masyarakat.

"Kita terus mengawal dan tentunya ABPEDNAS dan Srikandi Jaga Desa nanti menjadi mitra penting kita untuk memastikan program-program itu berjalan sukses dan baik," pungkasnya.

Reporter: Mahsyar Hamdani
Sumber: anambasnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top