KEPULAUAN RIAU — Adinda Thomas dan Raka Akmal resmi jadi orang tua setelah aktris pemain film KKN di Desa Penari itu melahirkan anak pertama berjenis kelamin laki-laki. Kabar ini datang setelah perjalanan panjang pasangan tersebut melewati kehamilan ektopik dan keguguran pada 2025.
Kelahiran bayi laki-laki yang dipanggil baby Kendrick itu diketahui dari unggahan ulang Instagram Stories Adinda Thomas serta sejumlah kerabat dan keluarga terdekat. Dalam foto yang beredar, Adinda terlihat masih terbaring di ranjang rumah sakit, ditemani Raka Akmal dan teman-temannya yang datang menjenguk.
Ucapan selamat dan doa mengalir dari kerabat serta sahabat yang menyambangi kamar rawat inap. Beberapa di antaranya menuliskan pesan hangat untuk bayi mungil tersebut.
"Welcome to the world Kendrick!," tulis akun @prii***.
"Hi baby Kendrick! We love you so much already," tulis akun @afra***.
Hingga berita ini ditulis, Adinda Thomas dan Raka Akmal belum memberikan pernyataan resmi soal kelahiran anak pertama mereka. Pasangan ini menikah pada Minggu, 8 Oktober 2023 di The Tribrata, Opus Ballroom Dharmawangsa, Jakarta Selatan.
Kebahagiaan kali ini terasa istimewa karena Adinda pernah mengalami kehamilan ektopik hingga harus merelakan calon bayinya. Ia membagikan kisah itu lewat unggahan di Instagram pribadinya.
Perjalanan tersebut dimulai pada 28 Januari 2025. Keesokan harinya, ia baru bisa memeriksakan diri ke dokter karena bertepatan dengan tanggal merah. Rasa tidak percaya masih menyelimutinya, sampai ia mengulang tes kehamilan dengan alat lain untuk memastikan hasilnya.
"My pregnancy Journet 28 Januari 2025. 29 Januari 2025 baru bisa cek ke dokter besok karena tanggal merah. masih ga percaya jadi kita cek lagi pakai alat test yang lain," tulis Adinda.
Pada 31 Januari 2025, ia menjalani pemeriksaan pertama didampingi sang mama mertua. Momen itu sudah lama dinantikan bersama Raka Akmal.
"31 Januari 2025 check up pertamaku dan ga percaya kalau aku hamil. Sampai ditemenin mama mertua karena memang aku dan Raka udah lama nunggu momen ini," katanya.
Saat pemeriksaan USG, kantong kehamilan belum terlihat. Dokter merujuknya untuk tes darah guna memastikan kondisi hormon kehamilan, sekaligus memberi obat penguat kandungan dan suntikan di area perut.
Puncaknya terjadi pada 7 Februari 2025. Begitu masuk ruang dokter, Adinda langsung menerima kabar yang menghancurkan hatinya.
"7 Februari 2025 pas masuk ruangan dokter langsung bilang Dinda sorry janin yang ini belum rezeki kamu ectopic pregnancy. Aku langsung hancur banget rasanya," tuturnya.
Dokter menjelaskan kehamilan tersebut tidak berada di dalam rahim, melainkan ektopik. Artinya, janin berkembang di luar rahim dan tidak dapat dipertahankan. Adinda diminta istirahat total dan dirujuk ke dokter spesialis kandungan untuk mengecek posisi janin serta langkah penanganan berikutnya.
"Rasanya ada sesuatu yang sangat berharga hilang dari hidup aku. Aku diminta istirahat total rebahan doang ga boleh banyak gerak. Sambil dirujuk ke dr Gynecologist untuk cek posisi janin ada di mana dan langkah berikutnya apa," katanya.
Setelah melewati masa sulit itu, Adinda dan Raka Akmal memutuskan kembali menjalani program hamil pada November 2025. Kabar bahagia datang pada awal 2026.
Pada 27 Januari, Adinda mulai merasakan perubahan pada tubuhnya. Ia lalu mencoba test pack pada 6 Januari 2026 dan mendapatkan hasil positif.
"Tanggal 6 Januari aku iseng test pack dan ternyata hasilnya (positif). Dari journey kemarin aku banyak belajar sekarang aku jauh lebih tenang dan jadi lebih bisa mensyukuri setiap prosesnya," kata Dinda Thomas.
Kisah Adinda jadi pengingat bahwa perjalanan menuju kehamilan bisa berliku. Bagi ibu yang sedang menjalani program hamil setelah kehilangan, beri ruang untuk berduka sekaligus berharap, dan jangan ragu berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan di setiap tahap.