KEPULAUAN RIAU — Dejan Fedinansyah menyatakan dukungan penuh kepada dua pasangan ganda campuran Indonesia yang akan tampil di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Meski belum mendapat kesempatan bermain di multievent Asia tersebut, ia memilih fokus mengejar target yang lebih besar, yakni Olimpiade.
Dua pasangan ganda campuran Indonesia yang dikirim ke Asian Games 2026 adalah Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah dan Nikolaus Joaquin/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Keputusan PBSI tersebut diumumkan menjelang perhelatan yang berlangsung 19 September hingga 4 Oktober di Aichi-Nagoya, Jepang.
Amri/Nita merupakan pasangan ganda campuran murni yang sudah lama diproyeksikan di sektor ini. Sementara Joaquin/Fadia tergolong pasangan anyaran, hasil racikan dari sektor ganda putra dan ganda putri. Dejan tetap menaruh harapan besar kepada keduanya.
Saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Rabu (16/9/2026), Dejan menegaskan bahwa siapa pun yang tampil membela Indonesia layak didukung. Baginya, keberhasilan ganda campuran di Asian Games adalah keberhasilan bersama.
"Ada harapan lah. Ini juga buat Indonesia kok. Kalau mix double bagus, mau Amri/Nita, Joaquin/Fadia juga kan untuk Indonesia juga. Jadi kita doakan lah buat mereka," kata Dejan.
Dejan sendiri pernah berpasangan dengan Fadia di sektor ganda campuran sebelum keduanya dipisah untuk kepentingan strategi tim. Kini Fadia kembali bermain di sektor yang sama, tetapi dengan partner berbeda di Asian Games 2026.
Dejan mengaku tidak mempermasalahkan komposisi pasangan yang dipilih PBSI. Ia menilai keputusan tersebut merupakan bagian dari strategi besar dan tetap mengutamakan kepentingan Indonesia.
"Enggak lah. Ini kan strategi, akhirnya buat Indonesia juga. Belum rezekinya saja," ujarnya soal komposisi pemain.
Pernyataan itu menunjukkan Dejan tidak larut dalam kekecewaan. Ia memilih membaca situasi sebagai bagian dari perjalanan karier yang masih panjang.
Dejan tetap menyimpan ambisi tampil di Asian Games. Namun, untuk saat ini, ia memilih menatap target yang lebih tinggi, yakni Olimpiade.
"Pengen lah (main di Asian Games). Semua pasti ingin main Asian Games, cuma kan belum waktunya. Olimpiade? Amin. yang penting Itu saja, dan juara Olimpiade. Amin," pungkas Dejan.
Dengan dua pasangan yang berangkat ke Aichi-Nagoya, Indonesia berharap ganda campuran bisa berbicara banyak di Asian Games 2026. Sementara Dejan terus mengasah kemampuan di Pelatnas demi mewujudkan mimpi tampil di Olimpiade.