KEPULAUAN RIAU — Departemen Perikanan Pahang menyelidiki penemuan seekor ikan yang diduga piranha perut merah di Bendungan Klau, Raub, setelah video penangkapannya viral di media sosial. Rekaman dan foto ikan tersebut telah dikirim ke Institut Penelitian Perikanan di Glami Lemi, Negeri Sembilan, untuk verifikasi spesies. Pemerintah meminta warga tidak panik dan tidak terburu-buru menyimpulkan hingga hasil verifikasi keluar.
Direktur Jenderal Perikanan Datuk Adnan Hussain menyatakan proses verifikasi tengah berjalan bersama IPP. Pemantauan juga dilakukan lewat kerja sama dengan komunitas perikanan darat setempat dan instansi terkait untuk mendeteksi kemungkinan ikan serupa di perairan tersebut.
Penyelidikan Dinas Perikanan Pahang menemukan ikan itu ditangkap menggunakan jala oleh seorang warga pada 26 Agustus. Rekaman video penangkapan dibagikan melalui grup WhatsApp hingga akhirnya menyebar luas dan memicu perhatian publik.
Menurut keterangan penemunya, hanya satu ekor ikan yang diduga piranha tertangkap hari itu. Hasil tangkapan lain terdiri dari ikan Lampam Sungai, Lampam Jawa, Zebra Tilapia, dan Peacock Bass. Ikan tersebut mati setelah dibawa ke darat dan dibuang ke semak-semak.
Petugas pemeriksa kemudian menemui pedagang ikan yang menangkap dan merekam video tersebut. Diskusi dengan warga setempat menunjukkan tidak ada laporan penangkapan ikan serupa sejak kejadian pertama.
Pemerintah mengimbau masyarakat tetap tenang menanggapi temuan ikan buas itu. Adnan menegaskan warga sebaiknya tidak mengambil kesimpulan sebelum spesies ikan dipastikan.
"Masyarakat tidak perlu panik dan disarankan untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sampai spesies tersebut diverifikasi," ujarnya, melansir New Straits Times, Kamis (17/9/2026).
Direktur Perikanan Pahang Roslan Abu Hassan bersama perwakilan Kantor Pertanahan dan Distrik Raub, kepolisian, serta Penghulu Mukim Gali 2 meninjau lokasi dan menemui warga yang menyaksikan penemuan tersebut.
Ikan piranha perut merah (Pygocentrus nattereri) memiliki habitat asli di Lembangan Sungai Amazon, Amerika Selatan. Jarak habitat alaminya sangat jauh dari perairan Malaysia, sehingga kemunculannya di Bendungan Klau tergolong anomali jika terkonfirmasi.
Isu ini sempat memanas di media sosial, termasuk klaim yang menyebut ikan tersebut memangsa buaya. Klaim itu belum diverifikasi dan menimbulkan kekhawatiran warganet soal kemungkinan keberadaan spesies asing di perairan Malaysia.
Hasil verifikasi IPP di Glami Lemi akan menentukan apakah ikan yang ditangkap benar piranha perut merah atau spesies lain. Kesimpulan itu juga menjadi dasar bagi DOF Pahang untuk menentukan langkah pemantauan lanjutan di Bendungan Klau dan perairan sekitarnya.