BATAM — BP Batam menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi Kepulauan Riau. Dukungan disampaikan Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, usai menjadi narasumber bagi peserta UKW di Balairung Sari BP Batam.
Ariastuty menilai PWI Kepri merupakan mitra strategis BP Batam dalam menyampaikan informasi yang kredibel dan konstruktif kepada masyarakat. Menurutnya, peningkatan kompetensi wartawan menjadi bagian penting dalam membangun kualitas dunia pers.
"BP Batam sangat mendukung PWI Kepri dalam melaksanakan UKW ini. Kami berharap PWI Kepri dapat terus meningkatkan profesionalisme wartawan, sehingga pemberitaan yang disampaikan kepada masyarakat semakin positif, kredibel, dan dapat dipertanggungjawabkan," ujar Ariastuty.
UKW PWI Kepri mengusung tema "Menegakkan Integritas dan Profesional Pers demi Menjaga Marwah Negeri" dan berlangsung selama dua hari, 18–19 September 2026. Peserta terbagi dalam tiga jenjang: 15 orang Muda, 14 Madya, dan tujuh Utama.
Direktur UKW PWI, Aat Surya Safaat, menjelaskan peserta jenjang Muda dan Madya menghadapi masing-masing 11 mata uji. Adapun jenjang Utama terdiri atas 10 mata uji.
Aat meminta peserta memberi perhatian khusus terhadap materi hukum pers, Kode Etik Jurnalistik, serta berbagai peraturan dan ketentuan yang berkaitan dengan pers. Materi tersebut sebelumnya telah diberikan dalam kegiatan pra-UKW.
"Yang paling penting adalah mata uji 1.1, 2.1, dan 3.1 yang berkaitan dengan hukum pers, Kode Etik Jurnalistik, serta peraturan dan ketentuan yang berkaitan dengan pers," katanya.
Pada jenjang Muda, peserta antara lain diuji menulis berita berdasarkan hasil wawancara atau doorstop. Setiap informasi yang diberikan dalam mata uji harus dikembangkan menjadi berita yang utuh.
"Peserta juga harus mampu memperkaya informasi. Misalnya mencari informasi tambahan, mencantumkan narasumber lain, atau mengaitkan dengan pernyataan yang pernah disampaikan sebelumnya," jelas Aat.
Untuk penulisan feature, Aat mengingatkan peserta agar tidak terjebak pada pola berita langsung. Feature memberi ruang lebih luas dalam mengembangkan sudut pandang dan gaya penulisan, sepanjang tetap berpegang pada prinsip jurnalistik.
"Feature tidak terikat secara ketat pada pola 5W+1H seperti berita langsung. Feature dapat dimulai dari sesuatu yang atraktif dan diakhiri dengan sesuatu yang impresif," ujarnya.
Dalam penulisan tajuk, peserta dituntut memahami persoalan yang berkembang, mulai dari kebijakan perusahaan, kebijakan pemerintah, hingga berbagai fenomena di tengah masyarakat. Tajuk mencerminkan pandangan atau sikap redaksi terhadap suatu persoalan.
Aat menilai kemampuan menulis berita, feature, dan tajuk merupakan bagian penting dalam membentuk wartawan yang profesional. Ia mengutip ungkapan filsuf Prancis, "Aku berpikir karena aku menulis."
"Kalau saya melihat wajah para peserta," ujar Aat, menggambarkan antusiasme peserta mengikuti ujian.
Ariastuty juga menyampaikan ucapan selamat kepada PWI Kepri yang telah menjalankan kepengurusan periode 2023–2028. Ia berharap hubungan kemitraan antara BP Batam dan PWI Kepri terus diperkuat, khususnya dalam menghadirkan pemberitaan yang kredibel dan memberikan informasi positif bagi masyarakat.
"Ini sangat penting bagi dunia pewartaan, bagaimana PWI Kepri mewujudkan wartawan-wartawan yang berkualitas dalam membuat berita. Kami mengucapkan selamat kepada PWI Kepri atas pelaksanaan UKW ini dan berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus berjalan dengan baik," katanya.
Pelaksanaan UKW dinilai memiliki arti strategis untuk melahirkan wartawan yang semakin berkualitas, baik dalam menggali informasi maupun menyajikannya kepada publik.