BATAM — Peletakan batu pertama Tzu Chi School Batam di kawasan Tanjung Uma, RW 09, Kecamatan Lubuk Baja, menjadi penanda perluasan fasilitas pendidikan di kota ini. Kegiatan yang dihadiri Wali Kota Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra itu disebut sebagai bagian dari penguatan ekosistem belajar, bukan sekadar penambahan bangunan sekolah.
Amsakar menilai kemajuan sebuah negara ditentukan oleh keseriusan membangun kualitas pendidikan dan menyiapkan SDM. Ia merujuk pengalaman negara-negara besar yang merancang pembangunan manusia jauh sebelum mencapai kemajuan.
"Kita melihat negara-negara maju yang sekarang menjadi negara hebat. Mereka telah mendesain pembangunan SDM sejak satu atau dua dekade sebelumnya sehingga memiliki daya kompetitif, kemampuan bersaing di kancah global, dan mampu mewarnai konstelasi dunia," ujarnya.
Pemko Batam menempatkan pendidikan sebagai prioritas pembangunan bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra. Salah satu program yang berjalan adalah beasiswa bagi anak Batam yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Hingga kini, 48 anak Batam telah menerima beasiswa tersebut. Sejumlah penerima bahkan berhasil melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi ternama di Indonesia.
Perhatian juga diberikan pada akses pendidikan dasar dan menengah. Pemko Batam memberikan seragam sekolah gratis bagi peserta didik SD dan SMP, baik negeri maupun swasta, untuk meringankan beban orang tua sekaligus memastikan kesempatan pendidikan yang setara.
"Kami ingin memastikan anak-anak Batam memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan," kata Amsakar.
Komitmen serupa diwujudkan melalui rencana pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Kecamatan Galang. Sekolah itu direncanakan berdiri di atas lahan seluas 18,5 hektare hasil kolaborasi pemerintah dengan dunia usaha.
Posisi geografis Batam yang berdekatan dengan sejumlah negara tetangga menjadi pertimbangan arah pendidikan kota ini. Sebagai daerah di jalur pergaulan internasional, Batam dinilai membutuhkan generasi muda dengan wawasan luas dan kompetensi mumpuni.
"Pendidikan kita sudah harus melewati batas negara. Karena Batam berada pada posisi geografis yang strategis dan berdekatan dengan negara tetangga, wawasan pendidikan kita harus berorientasi global," ungkap Amsakar.
Chief of Tzu Chi School, Caroline Wijanarko, menyebut pembangunan sekolah itu dilandasi keyakinan bahwa pendidikan merupakan investasi penting dalam membentuk masa depan. Menurutnya, pendidikan menjadi fondasi utama kemajuan suatu daerah maupun negara.
"Pendidikan adalah proyek harapan bagi masa depan. Ketika kita ingin memajukan nasib sebuah negara, sebuah daerah, dan menciptakan masa depan yang gemilang, pendidikan menjadi landasan utamanya," ujarnya.
Kehadiran Tzu Chi School Batam diharapkan memperkuat ekosistem pendidikan setempat. Ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi dan meningkatkan kompetensi pun dibuka, sejalan dengan orientasi daya saing lintas negara yang ditekankan pemerintah kota.