BATAM — BP Batam menggandeng BRIN untuk mendorong pengelolaan sumber daya air yang lebih berkelanjutan di kawasan industri dan investasi tersebut. Langkah ini diambil sebagai respons atas kondisi geografis Batam yang tidak memiliki hutan dan sungai alami.
Anggota/Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan BP Batam Sudirman Saad menyebut inovasi dan digitalisasi pengelolaan daerah tangkapan air menjadi kebutuhan mendesak. "Dukungan riset dari BRIN akan sangat penting bagi keberlanjutan Batam," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin.
Sepuluh Aktivitas Riset dalam Tiga Tahun ke Depan
Kerja sama ini mencakup tujuh riset dari lima pusat riset BRIN dan tiga unit teknis BP Batam. Direktur Kemitraan Riset dan Inovasi BRIN Asep Riswoko merinci sebanyak sepuluh aktivitas dari enam topik utama telah dirumuskan.
"Seluruh aktivitas tersebut dirancang agar hasil riset dapat diimplementasikan secara langsung untuk mendukung pengembangan kawasan Batam," kata Asep. Pelaksanaannya akan mengikuti peta jalan yang telah disusun secara bertahap dalam kurun waktu tiga tahun.
Ruang Lingkup: dari Energi hingga Industri Hijau
Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN R. Hendrian menjelaskan cakupan kerja sama ini meliputi sejumlah isu strategis. Mulai dari pengembangan Batam Science and Technology Park, pengelolaan energi dan sumber daya air, teknologi sirkular, industri maritim berkelanjutan, hingga industri hijau.
"Kami berharap hasil riset dan inovasi BRIN dapat memberikan kontribusi nyata bagi Batam. Berbagai potensi yang ada harus diwujudkan menjadi solusi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat maupun dunia industri," ujar Hendrian.
Menjembatani Riset dan Kebutuhan Industri
Kepala BRIN Arif Satria menilai kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk menjembatani kesenjangan antara hasil riset dan kebutuhan industri, yang kerap disebut sebagai valley of death. Ia menegaskan BRIN ingin menjadi think tank bagi pemerintah dengan mengidentifikasi persoalan dan menawarkan solusi berbasis teknologi.
"Riset harus menghasilkan inovasi yang dapat dimanfaatkan industri dan masyarakat. Kami berharap kolaborasi ini mampu menarik investasi yang lebih besar ke Batam," imbuh Arif.
Fakta Singkat Kolaborasi BP Batam-BRIN
- Delapan waduk menjadi satu-satunya sumber air baku Batam karena ketiadaan sungai dan hutan.
- Sepuluh aktivitas riset dari enam topik utama telah dirumuskan untuk tiga tahun ke depan.
- Lima pusat riset BRIN dan tiga unit teknis BP Batam terlibat langsung dalam kolaborasi ini.
Melalui perjanjian ini, BP Batam berharap hasil riset dan inovasi dapat menjadi solusi konkret dalam memperkuat ketahanan sumber daya air, mendorong transformasi industri yang lebih hijau, dan mendukung pertumbuhan investasi yang berkelanjutan di Batam.