Jakarta – Langkah percepatan penanganan kekeringan yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, mulai membuahkan hasil. Dari total areal persawahan seluas 539,80 hektare yang terdampak di Daerah Irigasi (DI) Bengawan Jero, sekitar 426,80 hektare telah berhasil memperoleh pasokan air kembali.
Menteri PU, Dody Hanggodo, terus menggencarkan upaya ini melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. Pada Minggu (23/8), dilakukan normalisasi sungai dan pembuatan alur air sepanjang 1.670 meter untuk memulihkan irigasi di wilayah tersebut.
“Air merupakan fondasi penting bagi pembangunan berkelanjutan. Karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu, termasuk dengan mengoptimalkan infrastruktur sumber daya air agar air yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Menteri Dody.
Untuk mempercepat distribusi air, sejumlah alat berat telah dimobilisasi ke lokasi. Tiga unit excavator amphibi dikerahkan untuk normalisasi aliran Sungai Deket, ditambah satu unit excavator amphibi milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Pembukaan alur sungai ini bertujuan memperlancar aliran dari Sungai Blawi agar dapat dipompa menuju jaringan irigasi, khususnya untuk mengairi sawah di Desa Soko, Kecamatan Glagah, serta Desa Ketapangtelu, Kecamatan Karangbinangun.
Selain normalisasi, Kementerian PU juga memobilisasi 2 unit mobile pump ke Pintu Melik II, serta 3 unit pompa Alkon berukuran 6 inci dan 3 unit berukuran 3 inci. Pompa-pompa ini memanfaatkan sumber air dari Sungai Blawi dan Sungai Bengawan Solo untuk meningkatkan debit dan memperlancar suplai air ke jaringan irigasi.
Kepala BBWS Bengawan Solo Gatut Bayuadji menjelaskan, masih ada sekitar 113 hektare sawah di bagian hilir yang belum mendapatkan suplai air. Namun, upaya akan terus dilanjutkan guna memastikan produktivitas pertanian tetap terjaga.
"Dari total areal persawahan seluas 539,80 hektare yang terdampak kekeringan di DI Bengawan Jero, hingga saat ini sekitar 426,80 hektare telah berhasil terairi. Saat ini, masih terdapat sekitar 113 hektare sawah di bagian hilir yang belum mendapatkan suplai air. Senin (24/8) pelaksanaan normalisasi Sungai Deket dan pemompaan air dari Sungai Bengawan Solo ke Sungai Blawi akan dilanjutkan kembali," jelas Gatut.
Kementerian PU berencana melanjutkan normalisasi Sungai Deket dan pemompaan air dari Sungai Bengawan Solo menuju Sungai Blawi. Sesuai permohonan Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air (IP3A), pembuatan alur sungai juga akan diperpanjang sekitar 4 km untuk memperlancar distribusi air ke wilayah persawahan yang lebih luas.
Dengan langkah ini, Kementerian PU berkomitmen menjaga infrastruktur sumber daya air tetap berfungsi optimal di tengah kekeringan, sekaligus mendukung keberlanjutan layanan irigasi demi mewujudkan swasembada pangan di Indonesia.