Pencarian

PLTS 100 GWp Resmi Dimulai, Negara Hemat Listrik Rp 74 Triliun per Tahun

Selasa, 25 Agustus 2026 • 12:52:31 WIB
PLTS 100 GWp Resmi Dimulai, Negara Hemat Listrik Rp 74 Triliun per Tahun
Pemerintah resmi memulai pembangunan PLTS 100 GWp di Kepulauan Riau untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

KEPULAUAN RIAU — Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan proyek ini masuk dalam Program Kerja Prioritas Nasional Klaster Kemandirian Energi dan Air. Targetnya jelas: memperkuat ketahanan energi nasional dan menghentikan ketergantungan pada pembangkit fosil.

Target 2029 dan Efisiensi Anggaran Negara

Presiden Prabowo telah menginstruksikan percepatan pembangunan PLTS 100 GWp ini agar rampung pada 2029. Dari proyek tersebut, pemerintah memperkirakan penghematan biaya listrik mencapai Rp 73,9 triliun hingga Rp 74 triliun per tahun.

Pada 2026 saja, pemerintah menargetkan pembangunan 30 GWp PLTS. Sejalan dengan itu, sebanyak 13 gigawatt pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) akan dipensiunkan secara bertahap.

Potensi energi surya Indonesia sebenarnya sangat besar, mencapai 3.294 GWp. Namun kapasitas terpasang hingga April 2026 baru sekitar 1,5 GWp. Artinya, proyek ini akan mengejar ketertinggalan pemanfaatan energi surya secara masif.

Pembangunan dilakukan bertahap dengan rincian: Tahap I sebesar 17 GWp, Tahap II 18 GWp, dan Tahap III 30 GWp.

Dampak ke Daerah 3T dan Lapangan Kerja

Program ini bukan sekadar membangun pembangkit raksasa. Sepanjang 2025, pemerintah telah membangun 15 pembangkit energi baru terbarukan (EBT), terdiri dari 12 PLTS dan 3 PLTMH dengan nilai investasi Rp 103,3 miliar. Belasan pembangkit itu telah melayani 1.831 kepala keluarga dan 131 fasilitas umum.

Pada 2026, pembangunan berlanjut di 39 lokasi PLTS Terpadu wilayah 3T (terdepan, terpencil, tertinggal) untuk 4.259 rumah tangga dengan anggaran Rp 450,2 miliar. Selain itu, ada 3 lokasi PLTMH untuk 464 rumah tangga senilai Rp 50,4 miliar. Program Listrik Desa juga telah menjangkau 1.403 lokasi di 36 provinsi, dengan 220.845 rumah tangga tidak mampu menerima bantuan pasang listrik gratis.

Dari sisi ekonomi, proyek PLTS 100 GWp diproyeksikan menjadi mesin pertumbuhan baru. Investasi mengalir ke pembangkit, baterai, dan jaringan transmisi. Industri solar PV dalam negeri juga akan diperkuat untuk menciptakan lapangan kerja hijau (green jobs).

Berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034, sektor ketenagalistrikan diproyeksikan menyerap sekitar 1,7 juta tenaga kerja. Lebih dari 760 ribu di antaranya berpotensi menjadi green jobs.

"Pemerintah memastikan pembangunan PLTS 100 GWp akan terus dikawal secara bertahap dan terukur, sejalan dengan komitmen mewujudkan Indonesia yang lebih mandiri, tangguh, dan kompetitif di bidang energi," ujar Prasetyo.

Dengan dimulainya proyek ini, Indonesia tidak hanya mengejar target bauran energi bersih, tetapi juga membangun fondasi industri energi masa depan yang lebih kompetitif di kancah global.

Follow batamvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks