KEPULAUAN RIAU — Facelift Honda City di Thailand bukan sekadar ubahan lampu dan gril. Ini adalah pergeseran strategi yang cukup berani: elektrifikasi bukan lagi opsi mahal di puncak varian, melainkan menjadi pilihan utama. Dari empat varian yang ditawarkan, tiga di antaranya — V, SV, dan RS — kini hanya tersedia dengan sistem hybrid e:HEV. Satu-satunya varian bermesin bensin adalah S grade entry-level yang masih mengandalkan turbo 1.0 liter tiga silinder VTEC.
Bodi Hatchback Tetap Dipertahankan, RS Jadi Paling Sporty
Pasar Thailand memang istimewa karena masih mendapat City dalam bentuk hatchback, sesuatu yang tidak dijual di India atau Indonesia. Untuk facelift kali ini, baik sedan maupun hatchback mendapat wajah baru: LED lebih tajam, gril honeycomb yang lebih ramping, dan bumper depan yang didesain ulang.
Varian RS tetap jadi yang paling menonjol. Lencana merah khas RS menghiasi bagian depan dan belakang. Bagian bawah bumper belakangnya juga mendapat diffuser palsu yang lebih besar, meski knalpotnya tetap single tip dan disembunyikan di bawah bumper. Velg baru dan dua warna anyar — Belzing Red dan Urban Grey pearl — melengkapi ubahan eksterior. Sayangnya, paket bodykit Drival Edition yang agresif dari model sebelumnya tidak dipertahankan di facelift ini.
Layar 10 Inci dan Interior Premium untuk Varian Atas
Di kabin, perubahan paling terlihat adalah hadirnya head unit 10 inci yang menggantikan layar sebelumnya. Varian entry-level mendapat unit yang sedikit lebih kecil, tapi integrasinya ke dashboard terlihat lebih rapi. Fitur baru lainnya termasuk ambient lighting, kamera 360 derajat, wireless charging, dan spion tengah auto-dimming.
Untuk City sedan, ada opsi baru jok berbahan Platinum Gray yang hanya tersedia jika pembeli memilih warna eksterior Meteoroid Gray Metallic atau Crystal Black Pearl. Ini langkah kecil, tapi menunjukkan Honda mulai serius memberikan nuansa premium di segmen entry-level.
Spesifikasi Mesin: Hybrid 1.5 Liter vs Turbo 1.0 Liter
Data teknis detail untuk varian hybrid belum dirilis sepenuhnya. Sebagai gambaran, generasi sebelumnya menghasilkan tenaga kombinasi 125 hp (93 kW / 126 PS) dari mesin 1.5 liter NA yang dipadukan motor listrik. Sementara varian bensin turbo 1.0 liter VTEC menghasilkan 120 hp (90 kW / 122 PS). Keduanya tetap menggunakan transmisi CVT.
Keputusan Honda untuk mengurangi pilihan mesin bensin menjadi hanya satu varian menunjukkan keyakinan mereka terhadap sistem hybrid. Di Thailand, City e:HEV selama ini sudah menjadi pilihan populer berkat efisiensi bahan bakar yang jauh lebih baik tanpa mengorbankan performa harian.
Pemesanan Dibuka Juli, Harga Diprediksi Stabil
Honda Thailand sudah mulai menerima pendaftaran minat untuk City facelift. Pemesanan resmi dibuka pada 1 Juli, dengan pengiriman pertama dijadwalkan mulai 31 Agustus. Harga resmi akan diumumkan dalam beberapa minggu mendatang, tapi diperkirakan masih berada di kisaran ?599.000 hingga ?829.000 (sekitar Rp 268 juta hingga Rp 371 juta dengan kurs saat ini).
Yang menarik untuk dicermati: apakah strategi serupa akan diterapkan di pasar lain, termasuk Indonesia? Saat ini City di dalam negeri masih mengandalkan mesin bensin 1.5 liter i-VTEC biasa. Jika tren Thailand menjadi indikasi, bukan tidak mungkin generasi berikutnya akan lebih agresif mendorong hybrid sebagai pilihan utama.