KEPULAUAN RIAU — Setelah sempat menghentikan produksi Fiesta dan Focus, Ford memastikan comeback-nya di pasar mobil penumpang Eropa. Melalui wawancara eksklusif dengan Autocar, kepala divisi mobil penumpang Ford Eropa, Christian Weingärtner, mengungkapkan bahwa lima model baru akan hadir mulai 2028. Model-model ini akan berkutat di segmen B dan C yang mencakup 80 persen total penjualan mobil di kawasan tersebut.
Bronco Eropa: SUV Kompak dengan DNA Off-Road Sejati
Salah satu model yang paling dinanti adalah Bronco versi Eropa. SUV kompak ini akan diproduksi di pabrik Valencia, Spanyol, mulai 2028, berdampingan dengan Kuga. Ford memastikan Bronco ini akan menggunakan platform C2 yang sama dengan Kuga, namun dengan desain yang mengambil inspirasi kuat dari Bronco versi Amerika yang sukses besar.
Jim Baumbick, Kepala Ford Eropa, menegaskan bahwa model ini bukan sekadar tempelan nama. "Bronco akan diproduksi di Eropa dan diukur untuk pasar Eropa. Ini akan menjadi model volume tinggi," ujarnya. Langkah ini merupakan bagian dari strategi global Ford untuk menjadikan Bronco sebagai merek tersendiri, bukan sekadar satu model off-road.
Hatchback Listrik Penerus Fiesta: Bekerja Sama dengan Renault
Ford juga akan meluncurkan hatchback listrik dan crossover kompak yang diproduksi oleh Renault. Keduanya akan menggunakan platform RGMP Small (sebelumnya Ampr Small) milik Renault, platform yang sama dengan Renault 5 dan Nissan Micra baru.
Meski menggunakan basis Renault, Weingärtner bersikeras bahwa produk akhirnya akan terasa sangat berbeda. "Ini bukan pengembangan ala kafetaria. Kami memilih platform kelas dunia, lalu tim pengembangan kami menggunakan alat yang ada untuk menciptakan pengalaman yang berbeda," jelasnya. Ford akan menyuntikkan DNA berkendaranya melalui penyetelan peredam, suspensi, dan elemen yang bisa diatur lainnya.
Apakah nama Fiesta akan dihidupkan kembali? Baumbick enggan berkomentar, namun ia mengakui bahwa "sejarah dan warisan nama-nama klasik Ford tidak hilang dari ingatan saya."
Dua Crossover Hybrid Hasil Kolaborasi dengan Geely
Dua model crossover plug-in hybrid juga direncanakan hadir sebelum akhir 2029. Model-model ini disebut-sebut sebagai crossover "berjiwa reli" dan kemungkinan besar dikembangkan bersama raksasa asal China, Geely—perusahaan induk Volvo dan Polestar. Ford bahkan dikabarkan sedang dalam negosiasi untuk menjual sebagian pabriknya di Spanyol kepada Geely sebagai bagian dari kemitraan ini.
Fokus pada Karakter Berkendara, Bukan Sekadar Layar
Weingärtner menegaskan bahwa Ford tidak akan terjebak dalam perang fitur. "Memiliki banyak layar sentuh di dalam mobil tidak serta merta membuatnya menjadi mobil terbaik," katanya. "Karakter berkendara adalah sesuatu yang secara tradisional sangat baik dilakukan Ford, dan kami akan menggandakan upaya di area ini."
Semua model baru akan mengusung label "rally-bred" atau lahir dari reli, merujuk pada sejarah panjang Ford di ajang off-road. Strategi ini mirip dengan pendekatan Ford di Amerika Serikat yang ingin menjadi "Porsche-nya off-road". Artinya, mobil-mobil ini tidak harus ekstrem, tetapi handling-nya harus menyenangkan untuk dikendarai sehari-hari.
Selain mobil penumpang, divisi kendaraan komersial Ford Pro juga akan memperkuat lini produknya dengan Transit City van listrik hasil kerja sama dengan JMC, serta Ranger Super Duty untuk keperluan militer dan industri berat dengan kapasitas derek hingga 4,5 ton.