KEPULAUAN RIAU — Keputusan ini bukan sekadar wacana. Tahun ini MotoGP menggelar 14 seri di Eropa dan delapan di luar Eropa. Tahun depan komposisinya berubah menjadi sembilan seri Eropa dan 13 seri luar Eropa — hampir terbalik. Ezpeleta menyebut keseimbangan 50-50 akan tercapai dalam waktu dekat.
"Saya yakin tujuan jangka pendeknya adalah mencari cara untuk menyeimbangkannya: kami terlalu banyak hadir di Spanyol dan Eropa Tengah, jadi keputusan ini cukup jelas," ujar Ezpeleta dikutip dari GPOne.
Mengapa Spanyol dan Eropa Tengah Jadi Korban
Spanyol saat ini memegang empat seri dalam satu musim: Jerez, Barcelona, Aragon, dan Valencia. Ditambah seri Eropa Tengah seperti Italia (Mugello dan Misano), Belanda, Jerman, Austria, dan Inggris, total porsi Eropa nyaris dua pertiga kalender.
Konsentrasi ini dinilai kurang efisien. Ezpeleta mengatakan MotoGP ingin lebih dekat dengan kota-kota besar dan bandara utama, supaya kejuaraan menjangkau penonton baru sekaligus memanfaatkan infrastruktur pariwisata dan layanan yang lebih baik.
Adelaide 2027 Jadi Pintu Masuk Kota-Kota Baru
Proyek balapan di Adelaide, Australia yang mulai masuk kalender pada 2027 disebut Ezpeleta sebagai pembuka peluang bagi kota-kota lain di dunia. Ia mengklaim pihaknya telah dihubungi banyak kota dari berbagai negara.
"Ada ribuan kota, jadi saya tidak bisa berbicara atas nama semuanya, tapi ya, kami telah dihubungi oleh kota-kota dari seluruh dunia," ucapnya.
Seri Bersejarah Tetap Dipertahankan
Ezpeleta menegaskan ekspansi global tidak akan menghilangkan Grand Prix bersejarah. Ia memahami sejumlah seri Eropa punya basis penggemar sangat kuat dan telah berlangsung puluhan tahun.
"Kami juga ingin meyakinkan para penggemar bahwa kami akan tetap setia pada acara-acara bersejarah kami dan ajang-ajang besar yang telah menarik begitu banyak penonton selama beberapa dekade," tuturnya.
Dampak untuk Penggemar Indonesia
Perubahan komposisi ini sebenarnya kabar baik untuk penggemar di Asia Tenggara. Dengan porsi seri luar Eropa yang membesar, peluang MotoGP kembali ke sirkuit Mandalika atau menambah seri di kawasan Asia semakin terbuka. Namun konsekuensinya, beberapa sirkuit tradisional Eropa harus rela kehilangan jatah tuan rumah — kemungkinan besar yang berada di wilayah dengan seri ganda seperti Spanyol dan Italia.
Yang perlu diperhatikan: kalender 2025 yang beredar saat ini belum final. Keputusan akhir tetap di tangan Dorna selaku pemegang hak komersial dan FIM sebagai regulator. Yang jelas, arah kebijakan sudah bulat — MotoGP ingin jadi kejuaraan global yang lebih merata, bukan pesta tahunan Eropa semata.