Pencarian

Tur Sejarah Korea Jarang Diminati Wisatawan Asing, Padahal Penjara Seodaemun Simpan Kisah Perjuangan

Rabu, 26 Agustus 2026 • 10:22:01 WIB
Tur Sejarah Korea Jarang Diminati Wisatawan Asing, Padahal Penjara Seodaemun Simpan Kisah Perjuangan
Pengunjung mengamati sel-sel sempit di Aula Sejarah Penjara Seodaemun, Seoul, yang menjadi saksi bisu perjuangan aktivis kemerdekaan Korea pada masa penjajahan Jepang.

KEPULAUAN RIAU — Korea Selatan memang sedang panen wisatawan berkat gelombang K-Pop dan drama Korea. Namun di balik hingar-bingar budaya pop, ada ironi besar: situs-situs sejarah kelam justru sepi peminat. Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea mencatat kesenjangan signifikan antara jumlah pengunjung asing di lokasi dark tourism dan objek wisata populer seperti istana kerajaan.

Penjara Seodaemun: Saksi Bisu Perlawanan Aktivis Kemerdekaan

Penjara Seodaemun adalah salah satu situs sejarah kelam paling penting di Korea. Selama masa penjajahan Jepang (1910-1945), tempat ini menjadi lokasi penahanan dan penyiksaan aktivis kemerdekaan Korea. Setelah pembebasan, gedung ini kembali difungsikan untuk menahan para pejuang gerakan pro-demokrasi.

Kini, bangunan tersebut diubah menjadi Aula Sejarah Penjara Seodaemun. Pengunjung bisa melihat langsung sel-sel sempit, ruang interogasi, dan berbagai artefak yang menggambarkan betapa beratnya perjuangan para pahlawan Korea. Sayangnya, minat wisatawan asing terhadap tempat ini masih sangat rendah.

Fasilitas Interogasi Namyeong-dong: Sisi Kelam Rezim Militer

Selain Penjara Seodaemun, ada Pusat Interogasi Anti-Komunis Namyeong-dong yang menyimpan kisah kelam rezim diktator militer Korea pada 1970-an dan 1980-an. Fasilitas ini dikenal sebagai tempat interogasi kejam terhadap warga sipil yang dianggap melawan pemerintah.

Kedua situs ini sebenarnya menawarkan perspektif berbeda tentang sejarah Korea. Namun, paket tur yang ditawarkan agen perjalanan Tourstory sering gagal berjalan. Park Ho-young, kepala Perencanaan Operasional Seoul di Tourstory, mengungkapkan bahwa dari 16 paket tur bulanan ke dua lokasi tersebut, separuhnya terpaksa dibatalkan karena kekurangan peserta.

Mengapa Tur Sejarah Kelam Sepi Peminat?

Para pelaku industri pariwisata menilai minimnya program yang menarik menjadi penyebab utama. Wisatawan asing yang datang ke Korea umumnya tertarik pada budaya populer, bukan sejarah kelam. Padahal, minat terhadap sejarah sebenarnya ada, hanya saja informasi yang diterima wisatawan masih kurang.

Seo Kyoung-duk, profesor dari Universitas Wanita Sungshin, menegaskan bahwa wisatawan asing sebenarnya tertarik pada sejarah Korea. Namun, mereka kerap kesulitan mendapatkan informasi mengenai situs-situs bersejarah tersebut. Ia mendesak pemerintah daerah untuk mengembangkan program wisata sejarah kelam dan mempromosikannya lebih gencar melalui media sosial.

Narasi Menarik Kunci Tarik Wisatawan ke Situs Sejarah

Oh Je-yeon, profesor madya di Universitas Sungkyunkwan, menambahkan bahwa pengembangan narasi yang menarik sangat penting untuk memperluas jangkauan wisata sejarah kelam. Program-program tersebut sebaiknya menyajikan sejarah Korea dengan cara yang menarik dan mudah dipahami, bahkan bagi orang asing yang tidak memiliki pengetahuan dasar tentang sejarah Korea.

Upaya ini penting mengingat potensi pariwisata Korea yang sedang berada di puncak. Bandara Internasional Incheon baru saja mencatat rekor sebagai bandara tersibuk dunia pada semester pertama tahun ini. Sebanyak 38,39 juta penumpang internasional tercatat antara Januari dan Juni, meningkat 6,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ini pertama kalinya Incheon menempati peringkat teratas sejak dibuka pada 2001, mengungguli Bandara Heathrow London dan Bandara Changi Singapura.

Tips Berkunjung ke Situs Sejarah Kelam Korea

Bagi traveler Indonesia yang tertarik menjelajahi sisi lain Korea Selatan, Penjara Seodaemun dan Pusat Interogasi Namyeong-dong bisa menjadi pilihan wisata alternatif yang sarat edukasi. Kedua lokasi ini berada di Seoul dan dapat dijangkau dengan transportasi umum.

Informasi mengenai jam operasional dan tiket masuk dapat dikonfirmasi langsung melalui situs resmi masing-masing tempat atau dinas pariwisata setempat. Disarankan untuk datang dengan pemahaman dasar tentang sejarah Korea agar pengalaman kunjungan lebih bermakna. Durasi ideal untuk menjelajahi kedua situs ini sekitar setengah hari, cukup untuk meresapi atmosfer sejarah yang kuat di setiap sudutnya.

Follow batamvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: travel.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks