Pencarian

Inflasi Batam 4,33 Persen Masih di Atas Target Nasional, Pemkot Andalkan Gerakan Menanam hingga Pasar Murah GASING

Sabtu, 29 Agustus 2026 • 17:46:01 WIB
Inflasi Batam 4,33 Persen Masih di Atas Target Nasional, Pemkot Andalkan Gerakan Menanam hingga Pasar Murah GASING
Petugas memantau harga kebutuhan pokok di pasar tradisional Batam, Sumatra, Kamis (28/8/2026).

BATAM — Tekanan inflasi di Batam masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional, namun laju kenaikan harga mulai melambat. Data Inspektorat Daerah Kota Batam menunjukkan inflasi year-on-year (yoy) Juli 2026 berada di angka 4,33 persen, sementara secara bulanan kota ini justru mencatat deflasi 0,26 persen.

Kondisi itu menggambarkan harga barang pada Juli lebih murah dibandingkan bulan sebelumnya. Penyumbang inflasi tahunan terbesar berasal dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mencapai 9,17 persen, disusul transportasi 6,99 persen, serta makanan, minuman, dan tembakau 5,92 persen.

Harga Sembako Pekan Keempat Agustus: Cabai dan Udang Turun

Hasil monitoring pada 24 hingga 28 Agustus 2026 menunjukkan tidak ada kenaikan harga barang kebutuhan pokok. Beberapa komoditas strategis justru mengalami penurunan harga, di antaranya cabai rawit hijau dan udang.

Stok pangan utama juga tercatat aman. Data per 26 Agustus 2026 menyebutkan persediaan beras mencapai 3.393.503 kilogram, minyak goreng 204.704 kilogram, dan gula 134 kilogram. Tidak ditemukan potensi kekurangan stok beras dalam laporan tersebut.

Wali Kota Amsakar: Distribusi dan Pasokan Kunci Pengendalian Harga

Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan pengendalian inflasi tidak bisa dilakukan parsial. Menurutnya, ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi menjadi dua hal utama yang terus dipantau bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

“Kita terus memastikan pasokan kebutuhan pokok aman, distribusi berjalan lancar, dan berbagai intervensi pemerintah dilakukan ketika ada komoditas yang mengalami kenaikan harga. Yang paling penting adalah menjaga daya beli masyarakat dan memastikan kebutuhan masyarakat tetap tersedia dengan harga yang wajar,” ujar Amsakar.

30 Hektare Lahan Cabai dan Bantuan BBM untuk Wilayah Hinterland

Pemkot Batam mengandalkan program Gerakan Menanam untuk menekan harga pangan dari sisi produksi. Pemerintah menyiapkan lahan hortikultura seluas 30 hektare untuk cabai merah keriting dan 20 hektare untuk cabai rawit hijau. Ribuan bibit cabai juga telah didistribusikan ke sejumlah kecamatan.

Dukungan distribusi menyasar pula wilayah kepulauan. Bantuan BBM diberikan untuk angkutan laut antarpulau serta operasional Bus Trans Batam dan bus sekolah gratis, termasuk ke kawasan hinterland seperti Bulang, Galang, dan Belakang Padang.

Pasar Murah GASING Digelar di Bengkong, BTT Masih Menunggu Realisasi

Intervensi harga langsung dilakukan lewat pasar murah bersubsidi dan program Mobil Jaga Inflasi Keliling (GASING). Pada Agustus 2026, kegiatan GASING beroperasi di sejumlah wilayah Kecamatan Bengkong untuk menjangkau warga dengan harga lebih terjangkau.

Dari sembilan upaya pengendalian inflasi yang direncanakan, delapan telah dilaksanakan hingga pekan keempat Agustus. Satu program yang belum terealisasi adalah Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk pengendalian inflasi, yang masih berjalan sesuai tahapan administrasi perangkat daerah.

Inspektorat Daerah Kota Batam merekomendasikan TPID untuk terus memperbarui data harga dan stok, memperkuat pasokan komoditas, serta menyiapkan intervensi konkret menjelang hari besar keagamaan guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Follow batamvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: lintaskepri.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks