Pemerintah Kabupaten Natuna membagikan masker kepada warga Kecamatan Bunguran Batubi, wilayah yang diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan sejak lebih dari sepekan. Pembagian masker dilakukan bersamaan dengan penyaluran bantuan pangan di Desa Batubi Jaya, Kamis, dengan jumlah penerima mencapai 186 orang. Wakil Bupati Natuna Jarmin menyatakan pemerintah masih melakukan penanganan karhutla yang diduga akibat ulah manusia.
NATUNA — Pemkab Natuna menyalurkan masker kepada masyarakat Kecamatan Bunguran Batubi menyusul kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di kecamatan itu. Pembagian berlangsung di Desa Batubi Jaya, bersamaan dengan penyaluran bantuan pangan berupa beras.
Wakil Bupati Natuna Jarmin mengatakan Kecamatan Bunguran Batubi telah mengalami kebakaran lahan selama tidak kurang dari sepekan. Masker diberikan untuk meminimalkan risiko gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Pemkab memanfaatkan momentum penyaluran bantuan pangan karena jumlah penerimanya mencapai 186 orang. Masker tidak hanya diberikan kepada penerima bantuan, tetapi juga kepada anak-anak serta seluruh tamu dan masyarakat yang berada di lokasi kegiatan.
Lahan Gambut Masih Keluarkan Asap
Jarmin menyebut sejumlah bekas kebakaran masih mengeluarkan asap karena lahan yang terbakar merupakan lahan gambut. Kondisi itu diduga membuat api di bawah permukaan tanah belum sepenuhnya padam.
Pemkab Natuna melibatkan TNI, Polri, instansi terkait, dan masyarakat untuk memadamkan api. "Berkat kolaborasi itu api bisa dikendalikan, akan tetapi asap masih bermunculan dan menyebabkan udara tidak sehat," ucap Jarmin.
Ia menduga kebakaran tersebut disebabkan oleh ulah manusia. Kecamatan Bunguran Batubi tercatat sebagai salah satu wilayah dengan luasan lahan terbakar yang cukup besar.
"Kita imbau masyarakat untuk menjaga hutan dan lahan dengan tidak membuka untuk keperluan bertani atau lainnya dengan cara dibakar," ucapnya.
Kelompok Rentan Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Rumah
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna Hikmat Aliansyah mengatakan penggunaan masker penting untuk mengurangi risiko partikel asap masuk ke saluran pernapasan. Selain di Batubi Jaya, masker juga telah disalurkan di wilayah lain oleh puskesmas di masing-masing tempat.
Ia mengimbau kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, dan masyarakat dengan gangguan pernapasan mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi udara masih dipengaruhi kabut asap.
Menurut dia, paparan asap akibat karhutla dapat mengganggu kesehatan jika terjadi dalam waktu cukup lama. "Segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, tenggorokan terasa sakit, atau gejala lain yang diduga berkaitan dengan paparan kabut asap," katanya.