BATAM — Ratusan pelanggan di kawasan Tembesi, Barelang, Sagulung, Fanindo, Marina, dan sekitarnya mulai mendapatkan kembali pasokan air minum setelah BP Batam merampungkan perbaikan pipa utama di Muka Kuning. Pengaliran dilakukan bertahap dengan mengutamakan kestabilan tekanan jaringan untuk mengantisipasi gangguan lanjutan.
Pekerjaan yang berlangsung sejak Rabu (26/8/2026) ini molor dari jadwal akibat kendala teknis pada proses penyambungan dan pengelasan pipa. Kendala bertambah saat uji coba pengaliran pada Jumat (28/8/2026) menemukan kebocoran pada jaringan, sehingga tim teknis harus melakukan penanganan ulang secara cermat.
Kepala BP Batam Turun ke Lokasi, Pastikan Jaringan Aman
Amsakar Achmad meninjau langsung lokasi pekerjaan pada Sabtu siang. Ia menegaskan tidak ada toleransi terhadap gangguan layanan dasar yang berkepanjangan.
“Saya meninjau langsung lokasi untuk memastikan pekerjaan ini benar-benar tuntas dan masyarakat segera mendapatkan kembali layanan air. Tidak boleh ada pembiaran terhadap gangguan layanan dasar. Seluruh tim harus bekerja maksimal, terukur, dan memastikan jaringan aman sebelum aliran dipulihkan,” tegas Amsakar.
Ia meminta jajaran teknis mengawal proses distribusi hingga tekanan air benar-benar stabil di seluruh wilayah terdampak. “Kami memahami kebutuhan masyarakat. Karena itu, setelah pekerjaan selesai, pengaliran dilakukan bertahap agar jaringan tidak kembali mengalami gangguan. Saya minta proses pemulihan ini dipantau secara ketat sampai pelayanan benar-benar normal,” ujarnya.
BP Batam Minta Maaf, Salurkan Bantuan Air Bersih
Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, menyampaikan permohonan maaf resmi atas melambatnya proses pemulihan dari perkiraan awal. Ia mengapresiasi kesabaran warga selama perbaikan berlangsung.
“Yang paling utama adalah memastikan setelah perbaikan ini selesai, jaringan dapat kembali berfungsi dengan baik dan pelayanan kepada masyarakat segera pulih. Saat ini pengaliran air sudah mulai dilakukan secara bertahap. Kami mohon masyarakat tetap bersabar karena proses pemulihan tekanan dan distribusi air membutuhkan waktu agar kondisi jaringan kembali stabil,” kata Denny.
Selama pengerjaan, BP Batam bersama PT Air Batam Hilir juga menyalurkan bantuan air bersih bagi warga di wilayah terdampak. Distribusi bantuan ini difokuskan pada kebutuhan dasar rumah tangga yang paling membutuhkan pasokan darurat.
Evaluasi Teknis dan Pengawasan Pasca-Perbaikan
Pasca-rampungnya perbaikan, BP Batam memastikan pengawasan ketat terhadap proses pengaliran dan kondisi jaringan. Evaluasi internal tengah dilakukan untuk meningkatkan kesiapan teknis serta kualitas pengawasan proyek ke depan.
Pihaknya mencatat, pekerjaan relokasi pipa berdiameter 800 milimeter ini merupakan bagian dari upaya menjaga keandalan infrastruktur air bersih di Batam. Seluruh tim teknis yang bekerja intensif selama empat hari terakhir juga mendapat apresiasi atas penyelesaian pekerjaan di lapangan.