Pencarian

Volkswagen Tutup 4 Pabrik di Jerman, 31 Ribu Pekerja Terancam Kehilangan Pekerjaan

Kamis, 03 September 2026 • 15:32:02 WIB
Volkswagen Tutup 4 Pabrik di Jerman, 31 Ribu Pekerja Terancam Kehilangan Pekerjaan
Volkswagen Group menyiapkan penutupan empat pabrik di Jerman yang berdampak pada sekitar 31 ribu pekerja.

KEPULAUAN RIAU — Langkah penghematan besar-besaran tengah disiapkan Volkswagen Group. Dokumen internal setebal 147 halaman yang ditelisik WirtschaftsWoche dan Reuters mengungkap peta jalan penutupan pabrik yang sebelumnya sempat disinggung manajemen.

Pabrik Emden dan Zwickau akan menjadi yang pertama menghentikan produksi pada 2031. Emden yang beroperasi sejak 1964 menyerap lebih dari 7.700 tenaga kerja dan selama ini menjadi lini perakitan model listrik ID.4, ID.7, serta ID.7 Tourer.

Zwickau mempekerjakan sekitar 8.000 orang. Fasilitas ini memegang peran penting memproduksi ID.3, ID.5, Cupra Born, hingga Audi Q4 e-tron.

Gelombang Pertama Penutupan: Pabrik Emden dan Zwickau

Bagi Zwickau, keputusan ini menjadi pukulan ganda. Pabrik yang sebelumnya dikenal sebagai pusat produksi Golf kini telah bertransformasi penuh menjadi pabrik kendaraan listrik. Selain model badge engineering Volkswagen, pabrik ini juga memasok bodi untuk Bentley Bentayga dan Lamborghini Urus.

Emden dan Zwickau menjadi sinyal paling awal dari strategi penyesuaian kapasitas Volkswagen terhadap permintaan mobil listrik yang belum melesat seperti proyeksi awal.

Hanover 2032, Neckarsulm 2034

Disusul pabrik Hanover pada 2032. Fasilitas tersebut merupakan basis kendaraan komersial Volkswagen, termasuk memproduksi ID. Buzz. Skala dampaknya cukup luas karena melibatkan lini kendaraan niaga yang selama ini menjadi salah satu penopang bisnis Volkswagen di Eropa.

Giliran terakhir jatuh pada pabrik Neckarsulm yang dijadwalkan tutup pada 2034. Fasilitas Audi ini mempekerjakan jumlah karyawan terbesar, sekitar 15.500 orang, dan memproduksi Audi A5, A6, A8, serta e-tron GT.

Alasan Restrukturisasi dan Tekanan dari Pasar China

Keputusan ini bukan kabar dadakan. CEO Volkswagen Group Oliver Blume sebelumnya sudah menyampaikan bahwa Emden, Hanover, Zwickau, dan Neckarsulm belum menemukan penggunaan yang kompetitif untuk era 2030-an.

Tekanan biaya produksi yang tinggi di Jerman serta penetrasi agresif produsen mobil China di pasar Eropa menjadi dua faktor utama. Pangsa pasar yang tergerus memaksa Volkswagen menata ulang kapasitas produksi agar tetap efisien tanpa harus menanggung beban pabrik yang tidak produktif.

Rencana ini dipastikan akan memicu perlawanan serikat pekerja yang selama ini menjadi kekuatan besar di industri otomotif Jerman. Jika terealisasi, ini akan menjadi salah satu restrukturisasi terbesar dalam sejarah Volkswagen dan mengubah peta industri manufaktur otomotif di Jerman secara fundamental.

Follow batamvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: oto.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks