Sebanyak 400 kepala keluarga di Kelurahan Batu IX, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, akhirnya mendapat pasokan air bersih setelah krisis kekeringan melanda sejumlah kawasan perumahan. BPBD Kota Tanjungpinang bersama BPBD Provinsi Kepri dan Dinas Sosial setempat menyalurkan total 26 ton air bersih pada Kamis pagi. Bantuan ini merupakan tindak lanjut dari laporan warga yang disampaikan melalui Ketua RT setempat dua hari sebelumnya.
TANJUNGPINANG — Ratusan warga di empat perumahan di Kelurahan Batu IX, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, kini bisa bernapas lega setelah pasokan air bersih tiba di tengah krisis kekeringan yang melanda kawasan tersebut. BPBD Kota Tanjungpinang bersama BPBD Provinsi Kepri dan Dinas Sosial setempat mengerahkan mobil tangki untuk mendistribusikan 26 ton air bersih bagi sekitar 400 kepala keluarga (KK) yang terdampak.
Perumahan yang menerima bantuan meliputi Perumahan Nusa Indah, Perumahan Bagindo, Perumahan Tinur Indah, dan Perumahan Zasya. Kekeringan yang melanda wilayah itu membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Berawal dari Laporan Ketua RT ke BPBD
Pendistribusian ini merupakan respons cepat pemerintah daerah. Laporan permintaan air bersih pertama kali diterima BPBD Kota Tanjungpinang pada Rabu (2/9) dari Ketua RT 02/RW 04.
"Permintaan disampaikan menyusul kondisi kekeringan yang menyebabkan masyarakat di sejumlah kawasan perumahan mengalami keterbatasan ketersediaan air bersih," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Tanjungpinang, Yamin, Kamis malam.
Air Diangkut dari PDAM Tirta Kepri di Sungai Pulai
Proses pendistribusian dilakukan selama lebih dari enam jam, dimulai pukul 09.00 WIB hingga 15.30 WIB. Air bersih yang disalurkan berasal dari PDAM Tirta Kepri di Sungai Pulai, kemudian diangkut menggunakan mobil tangki milik instansi terkait.
Dalam pelaksanaannya, tim berkoordinasi dengan Ketua RT setempat untuk menentukan rumah-rumah warga yang paling membutuhkan bantuan. Pendekatan ini memastikan distribusi tepat sasaran di tengah keterbatasan pasokan.
Apa Langkah BPBD Setelah Penyaluran Ini?
Yamin menegaskan bantuan ini merupakan bentuk respons cepat pemerintah terhadap keluhan warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air akibat kekeringan. Ia menambahkan, BPBD Tanjungpinang akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan.
"Pendistribusian air bersih merupakan bentuk respons cepat pemerintah daerah terhadap laporan masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air akibat kondisi kekeringan," ujarnya.
BPBD setempat berkomitmen berkoordinasi dengan pihak terkait apabila masih terdapat warga yang membutuhkan pasokan air tambahan di masa mendatang.
Imbauan untuk Warga Terdampak Kekeringan
Yamin mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak selama kondisi kekeringan masih berlangsung. Warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih diminta segera menyampaikan laporan kepada perangkat wilayah setempat agar dapat ditindaklanjuti.
Melaporkan sejak dini menjadi kunci agar bantuan bisa segera dijadwalkan sebelum cadangan air rumah tangga habis. Kemarau yang masih berlangsung membuat kewaspadaan warga di kawasan Batu IX dan sekitarnya tetap diperlukan.