Pencarian

GAC Aion UT, Geely E2, dan Leapmotor B05 Raih Bintang Lima Euro NCAP: Mobil China Tak Lagi Sekadar Murah, tapi Juga Aman

Senin, 07 September 2026 • 16:37:31 WIB
GAC Aion UT, Geely E2, dan Leapmotor B05 Raih Bintang Lima Euro NCAP: Mobil China Tak Lagi Sekadar Murah, tapi Juga Aman
GAC Aion UT, Geely E2, dan Leapmotor B05 meraih bintang lima dalam uji tabrak Euro NCAP September 2024.

KEPULAUAN RIAU — Hasil uji tabrak yang dirilis otoritas keselamatan Eropa pada September 2024 ini menempatkan tiga pabrikan China di jajaran teratas. Padahal, standar Euro NCAP dikenal jauh lebih ketat dibandingkan pengujian di Amerika Serikat yang masih mengizinkan pabrikan melakukan self-certification terhadap kelaikan kendaraannya.

Fakta ini menarik dicermati. Apalagi di tengah gencarnya mobil listrik China memasuki pasar global, termasuk Indonesia yang menjadi salah satu pasar terbesar di Asia Tenggara.

Skor Fantastis di Tengah Standar Paling Ketat di Dunia

GAC Aion UT mencatat skor impresif dengan proteksi tabrakan mencapai 91 persen dan keselamatan pasca-tabrakan 88 persen. Hatchback keluarga ini dinilai kompeten dalam semua skenario pengujian berkat kelengkapan sistem pencegahan tabrakan terkini.

Geely E2—yang juga dipasarkan dengan nama EX2 di sejumlah negara—justru unggul di aspek keselamatan berkendara dengan skor 79 persen. Mobil kecil ini bahkan meraih nilai 95 persen untuk post-crash safety, tertinggi di antara ketiganya, berkat kehadiran standar Child Presence Detection (CPD) yang mendeteksi keberadaan anak tertinggal di kabin.

Leapmotor B05, hasil kolaborasi dengan Stellantis, mencatatkan proteksi tabrakan 92 persen. Model ini disebut-sebut berpotensi besar dipasarkan di Amerika Utara sebagai penerus legasi Dodge Neon.

Mengapa Sertifikasi Euro NCAP Lebih Kredibel?

Standar keselamatan Eropa dan Amerika tidak setara. Kajian yang dipublikasikan Financial Times pada Maret lalu menyebutkan bahwa model mobil Eropa rata-rata 33 persen lebih aman dalam risiko cedera serius saat tabrakan depan-samping dibandingkan kendaraan di AS.

"Hasil hari ini jelas menunjukkan bahwa pabrikan China masih bekerja keras untuk memenuhi standar tinggi yang diharapkan konsumen Eropa," ujar Dr. Aled Williams, Programme Director Euro NCAP, dalam pernyataan resminya.

Pernyataan Williams menegaskan bahwa pabrikan China tidak sekadar mengejar volume penjualan. Mereka juga berinvestasi serius pada teknologi keselamatan aktif dan pasif.

Dampak untuk Konsumen Indonesia

Pencapaian ini menjadi sinyal positif bagi pasar otomotif nasional. Sebab, sejumlah merek yang diuji—khususnya GAC dan Geely—telah memiliki jaringan penjualan resmi di Indonesia. Geely bahkan dikabarkan tengah menyiapkan ekspansi model listriknya ke pasar Tanah Air.

Jika model yang sama diuji di Eropa mampu meraih bintang lima, maka varian yang dipasarkan di Indonesia berpotensi membawa standar keselamatan setara. Ini menjadi pembeda penting di kelas mobil listrik kompak yang selama ini kerap mengkompromikan fitur keselamatan demi menekan harga jual.

Kendati demikian, konsumen tetap perlu mencermati spesifikasi yang ditawarkan ATPM lokal. Tidak jarang fitur keselamatan seperti airbag dan ADAS dikurangi pada varian entry-level untuk pasar negara berkembang.

Hasil uji Euro NCAP ini setidaknya memberi gambaran bahwa fondasi keselamatan mobil listrik China sudah berada di jalur yang benar. Tinggal bagaimana pabrikan dan agen pemegang merek di Indonesia menjaga konsistensi tersebut saat melakukan adaptasi pasar.

Follow batamvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: electrek.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks