Polres Natuna, Polda Kepulauan Riau mengerahkan empat unit semprot punggung bermesin untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di titik yang tidak bisa dijangkau kendaraan pemadam. Satgas Karhutla Natuna masih bersiaga di Kecamatan Bunguran Batubi, dengan luas lahan terbakar sepanjang 1–9 September 2026 diperkirakan lebih dari 50 hektare.
NATUNA — Kepolisian Resor Natuna, Polda Kepulauan Riau mengandalkan peralatan semprot punggung bermesin untuk menangani kebakaran hutan dan lahan di lokasi yang sulit dijangkau kendaraan maupun selang pemadam. Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Efendie menyebut saat ini pihaknya memiliki empat unit pompa punggung bermesin dan berencana menambah jumlahnya.
Masing-masing alat berkapasitas 20 liter sehingga bisa dibawa langsung petugas menuju titik api yang jauh dari akses kendaraan pemadam.
Empat Unit Pompa Punggung, Kapasitas 20 Liter per Alat
Novyan menjelaskan penggunaan semprot punggung paling efektif untuk menangani titik api berukuran kecil, supaya bisa segera dipadamkan sebelum meluas.
"Saat ini di Polres Natuna baru ada empat unit dan rencananya akan ditambah lagi," katanya.
Untuk kebakaran dengan titik api lebih besar, Polres Natuna mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran, satu unit kendaraan water cannon, dan satu unit mobil tangki.
"Pompa ini efektif digunakan pada api yang masih kecil saja," ujarnya.
Bunguran Batubi Masih Jadi Wilayah Rawan
Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Natuna Zulheppy mengatakan hingga Rabu, Satgas Karhutla Natuna masih bersiaga di Kecamatan Bunguran Batubi. Wilayah itu termasuk salah satu daerah rawan kebakaran.
Petugas menghadapi kendala keterbatasan peralatan, terutama selang pemadam. Meski begitu, jumlah personel dinilai masih memadai karena Satgas Karhutla juga melibatkan unsur TNI, Polri, dan sejumlah instansi terkait.
"Saat ini kita masih keterbatasan selang, kalau untuk petugas kita cukup banyak," ucap Zulheppy.
Lebih dari 50 Hektare Terbakar dalam Sembilan Hari
BPBD Natuna mencatat luas lahan yang terbakar sepanjang 1 hingga 9 September 2026 diperkirakan mencapai lebih dari 50 hektare. Angka itu menunjukkan karhutla masih berlangsung di sejumlah titik meski pemadaman terus dilakukan.
Penambahan unit semprot punggung bermesin menjadi salah satu langkah yang disiapkan Polres Natuna untuk mempercepat penanganan titik api kecil di lokasi terpencil. Sementara Satgas Karhutla tetap bersiaga di Bunguran Batubi dengan dukungan personel gabungan.