Jarak Pandang di Batam Turun Jadi 6 Kilometer Akibat Kabut Asap Karhutla, Penerbangan di Bandara Hang Nadim Tetap Aman

Penulis: Ridwan Azhari  •  Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:58:31 WIB
Kabut asap karhutla menurunkan jarak pandang di Batam menjadi 6 kilometer pada Senin pagi.

BATAM — Aktivitas penerbangan dan mobilitas warga di Kota Batam kini berhadapan dengan gangguan jarak pandang akibat kabut asap yang menyelimuti sejumlah sudut kota. Berdasarkan data BMKG, jarak pandang alami yang biasanya mencapai 10 kilometer saat cuaca cerah berawan, kini tersisa hanya 6 kilometer.

Penurunan ini mulai terdeteksi pada Senin pagi pukul 06.00 WIB dan berlangsung fluktuatif mengikuti dinamika atmosfer serta pergerakan angin di wilayah Kepulauan Riau.

Penyebab Kabut Asap: Titik Panas di Trans Barelang

Kabut asap yang menyelimuti Batam bersumber dari kemunculan sejumlah hotspot di wilayah Kepulauan Riau. Salah satu penyumbang terbesar adalah kebakaran perbukitan dan semak belukar yang melanda Jalan Trans Barelang, Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung.

Kebakaran lahan seluas 35 hektare tersebut telah berkobar sejak Sabtu (22/8). Meskipun lokasinya berjauhan dari area bandara, hembusan angin mendorong emisi asap hingga menutupi objek vital dan permukiman warga di berbagai penjuru kota.

Penerbangan di Bandara Hang Nadim Masih Aman

Kendati efisiensi pandangan berkurang, jarak pandang sejauh 6 kilometer dinilai masih berada dalam batas aman untuk prosedur take off maupun landing pesawat di Bandara Hang Nadim. Hal ini memastikan jadwal penerbangan dari dan menuju Batam tidak mengalami gangguan berarti akibat kabut asap.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Fitri Annisa, menyebut pihaknya terus melakukan pemantauan ketat secara real-time. Data berkala dari hasil pemantauan tersebut disuplai untuk para pemangku kepentingan penerbangan agar dapat mengambil keputusan yang tepat.

Imbauan untuk Warga Batam

BMKG mengimbau warga untuk berperan aktif mencegah potensi kebakaran baru yang dapat memperparah kualitas udara. Beberapa langkah sederhana yang diminta untuk dihindari adalah membakar sampah, membakar lahan untuk membuka area baru, serta membuang puntung rokok sembarangan di area rawan api.

Masyarakat juga diminta untuk segera melaporkan titik api yang terlihat di sekitar lingkungan tempat tinggal kepada pihak berwenang agar penanganan karhutla bisa dilakukan lebih cepat dan tidak meluas.

Reporter: Ridwan Azhari
Sumber: gowest.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top