KEPULAUAN RIAU — Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga Jumat (21/8/2026) menunjukkan tren positif aliran dana asing yang kembali deras masuk ke pasar saham domestik. Selain BBRI, saham perbankan lain seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga menjadi sasaran utama investor global dengan catatan net buy Rp409,05 miliar. Harga saham BBCA pun ikut terkerek naik 1,57 persen secara mingguan menjadi Rp6.450 per unit.
Sektor Tambang Ikut Kebagian Cuan
Di luar sektor perbankan, investor asing juga terlihat mengakumulasi saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN). Emiten tambang milik taipan Agus Projosasmito ini membukukan net buy asing senilai Rp329,15 miliar sepanjang pekan berjalan. Aksi beli tersebut menjadikan AMMN sebagai salah satu kontributor utama likuiditas perdagangan asing di lantai bursa.Faktor Pendorong Masuknya Modal Asing
Derasnya arus modal masuk ini tak lepas dari sentimen positif pasar global yang masih bertahan di tengah ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat. Kondisi tersebut mendorong investor untuk mencari aset berisiko di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Stabilitas nilai tukar rupiah dan data ekonomi domestik yang solid turut memperkuat daya tarik pasar modal Tanah Air.Apa Artinya bagi Pergerakan IHSG?
Akumulasi saham oleh investor non-residen menjadi katalis utama penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pekan ini. Secara historis, aksi beli asing yang masif pada saham-saham berkapitalisasi besar seperti BBRI dan BBCA selalu memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan indeks. Para pelaku pasar menilai, selama tren net buy asing berlanjut, potensi penguatan IHSG masih terbuka lebar.Namun, investor tetap perlu mencermati potensi pembalikan arah arus dana (capital outflow) yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Gejolak geopolitik atau data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan dapat memicu aksi ambil untung asing. Pergerakan harga saham perbankan yang menjadi tulang punggung indeks akan menjadi indikator utama yang perlu dipantau pada pekan depan.
Investasi mengandung risiko.