KEPULAUAN RIAU — Motu Technology menargetkan pembangunan sekitar 140 titik dealer di Indonesia sebagai bagian dari ekspansi pasar kendaraan listrik. Perusahaan asal Nanjing, China, itu menilai besarnya populasi sepeda motor konvensional di Tanah Air menjadi pangsa pasar yang menjanjikan. Motu juga menyatakan ambisi naik dari posisi kelima menjadi pemimpin penjualan kendaraan listrik pada 2027 atau 2028.
Komisaris sekaligus Brand Ambassador Motu Technology, M. Yassin Kosasih, menyampaikan rencana ekspansi tersebut dalam acara peluncuran perusahaan yang dihadiri perwakilan manajemen, investor, pemasok komponen, dan jaringan cabang dari berbagai wilayah Indonesia.
Menurut Yassin, kehadiran Motu di pasar nasional sekaligus merespons seruan Presiden Prabowo agar masyarakat beralih ke kendaraan listrik. Seruan itu disampaikan dalam acara peluncuran mobil listrik nasional pada 13 Agustus 2026.
Yassin menyebut pemerintah Indonesia secara konsisten menempatkan kendaraan listrik roda dua sebagai salah satu sektor penting dalam pembangunan nasional.
"Pada tanggal 13 Agustus tahun 2026, dalam acara peluncuran mobil listrik nasional, Presiden Prabowo secara langsung menghimbau masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik, karena kendaraan listrik merupakan salah satu arah penting dalam perkembangan industri nasional," ujar Yassin.
Dari sisi pelaku usaha, momentum transisi energi dinilai membuka ruang pertumbuhan. Motu melihat jumlah pengguna kendaraan bermotor di Indonesia yang sangat besar sebagai modal utama penetrasi produk.
Keyakinan terhadap pasar lokal diungkapkan Yassin secara terbuka. Ia menilai pangsa pasar kendaraan listrik di Indonesia masih punya ruang tumbuh yang lebar.
"Mereka melihat potensi Indonesia sangat menjanjikan. Kita punya puluhan juta motor biasa. Jadi, kenapa Motu menyasar Indonesia? Karena kita punya keyakinan pangsa pasar yang menjanjikan, ditambah adanya dorongan pemerintah untuk beralih ke kendaraan listrik," katanya.
Untuk memperkuat penetrasi, Motu Technology berencana membangun jaringan dealer di berbagai wilayah. Yassin menyebut target sekitar 140 titik.
Dealer tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat penjualan. Motu menyiapkan identitas dan tampilan toko yang lebih seragam di seluruh cabang.
"Motu akan membangun beberapa dealer di Indonesia, sekitar 140 titik. Motu punya prototype, bukan sekadar prototype, tetapi juga memberikan identitas sendiri. Tokonya akan dibuat lebih seragam," ujar Yassin.
Saat ini Motu masih berfokus pada produk sepeda listrik. Pengembangan dan pemasaran motor listrik ditargetkan mulai dilakukan pada tahun depan.
"Baru saat ini sepeda listrik, dan tahun depan baru motor listrik," katanya.
Yassin mengungkapkan ambisi perusahaan memperbaiki posisi dalam persaingan penjualan kendaraan listrik nasional. Motu saat ini berada di peringkat kelima.
Perusahaan menargetkan kenaikan peringkat hingga mampu bersaing di posisi teratas pada periode berikutnya.
"Motu sudah ada di posisi kelima dalam hal penjualan. Kita punya keyakinan, akhir tahun depan atau 2028 Motu akan naik ranking dan berani bersaing di posisi kesatu dalam hal penjualan," ujar Yassin.
Untuk mencapai target tersebut, Motu Technology akan terus mengembangkan teknologi pada produk-produknya. Sejumlah fitur disiapkan guna meningkatkan daya saing di pasar Indonesia.
"Untuk pengembangan teknologi dan improve, kita bisa bersaing dengan produk lain. Dengan fitur yang menarik, kita berani bersaing di Indonesia," katanya.
Selain membangun jaringan pemasaran dan teknologi, Motu Technology menerima penghargaan dari Maroko. Penghargaan itu diberikan sebagai pengakuan atas pengembangan kendaraan listrik perusahaan.
"Kita sudah berhasil mendapatkan penghargaan dari Maroko yang memberikan penghargaan sebagai pionir sport EV listrik," ujar Yassin.