KEPULAUAN RIAU — Manajemen Pelindo Cirebon tak lagi hanya berkutat pada bisnis bongkar muat. Kini, perusahaan pelat merah itu membuka peluang investasi pariwisata dengan menyulap kawasan pelabuhan menjadi destinasi bahari baru.
General Manager PT Pelindo Regional 2 Cirebon, Darwis, secara resmi mengundang investor menggarap lahan di area Lini II. Kawasan ini akan disulap menjadi destinasi wisata yang memanfaatkan bangunan heritage peninggalan sejarah.
"Kami mengundang para investor mengambil kesempatan ini berinvestasi untuk mengembangkan kawasan lini 2 pelabuhan Cirebon sebagai destinasi wisata," ujar Darwis kepada Ocean Week di kantornya, kemarin.
Bangunan Bersejarah Jadi Daya Tarik Utama
Darwis menjelaskan, investor yang berminat bisa memanfaatkan bangunan heritage di kawasan jasa pariwisata. Aset yang ditawarkan antara lain Gudang 101 hingga 103 yang sarat nilai sejarah.
Revitalisasi bangunan tua itu ditargetkan rampung sebelum gelaran Forum Komunikasi Seni Media (FKSM) pada November mendatang. Event tersebut rencananya digelar di kawasan pelabuhan.
"Dengan adanya event ini, kami berharap revitalisasi gudang 101 sampai 103—bangunan penuh sejarah—dapat dikerjasamakan dan saling menguntungkan. Ini memberi manfaat lebih bagi kebudayaan, pariwisata, dan masyarakat Kota Cirebon," tegas Darwis.
Dukungan Regulator dan Potensi Kawasan
Langkah Pelindo mendapat angin segar dari regulator. Kepala Kantor KSOP Kelas II Cirebon, Heru Widada, mengamini rencana pengembangan kawasan wisata tersebut. Otoritas pelabuhan membuka lebar pintu investasi di area Lini II.
"Kami pun membuka peluang kepada siapa saja yang akan menanamkan dana untuk mengembangkan kawasan lini 2 pelabuhan Cirebon menjadi kawasan wisata," kata Heru.
Pelabuhan Cirebon memiliki potensi besar. Dengan luas pintu alur mencapai 175.000 meter persegi dan sembilan kolam pelabuhan seluas total 23.102,5 meter persegi, kawasan ini didukung infrastruktur lengkap: breakwater sepanjang 1.406 meter, 18 dermaga multipurpose, enam unit gudang, dan enam unit excavator untuk menunjang bongkar muat.
Target: Sejajar dengan Kota Wisata Lain
Darwis optimistis, pengembangan wisata bahari ini akan membuat Kota Cirebon bersaing dengan destinasi wisata di kota-kota besar. Aktivitas kapal dan bongkar muat barang di pelabuhan terus menunjukkan perbaikan, menandakan roda ekonomi tetap berputar.
Rencana induk pengembangan kawasan seluas 3,5 hingga 4 hektare ini diharapkan segera terwujud. Dengan demikian, Cirebon tak hanya dikenal sebagai kota transit, tetapi juga sebagai destinasi wisata bahari yang layak dikunjungi.