Pencarian

Tesla Tutup Kasus Kematian Pejalan Kaki Akibat FSD, Bayar Ganti Rugi Tak Diungkap

Sabtu, 27 Juni 2026 • 14:34:31 WIB
Tesla Tutup Kasus Kematian Pejalan Kaki Akibat FSD, Bayar Ganti Rugi Tak Diungkap
Tesla menyelesaikan kasus kematian pejalan kaki akibat FSD dengan ganti rugi tanpa mengungkap jumlahnya.

KEPULAUAN RIAU — Kecelakaan terjadi pada 28 November 2023 di jalan raya Arizona antara Flagstaff dan Phoenix. Johna Story, seorang nenek berusia 71 tahun, baru saja turun dari mobilnya untuk membantu mengarahkan lalu lintas di lokasi kecelakaan sebelumnya. Pengemudi di lokasi saat itu terganggu oleh silau matahari.

Story kemudian ditabrak dari belakang oleh Tesla Model Y yang melaju kencang dalam mode FSD. Kematiannya menjadi sorotan tajam karena memperlihatkan kelemahan fundamental sistem kamera Tesla saat visibilitas terganggu — baik oleh silau, kabut, maupun debu.

Bloomberg melaporkan Tesla telah mencapai kesepakatan dengan keluarga korban, namun detail waktu dan jumlah pembayaran tidak diungkap. Langkah ini diambil di tengah tekanan hukum yang terus meningkat terhadap sistem bantuan pengemudi andalan Tesla.

NHTSA Naikkan Status Investigasi ke Level yang Lebih Serius

Bukan sekadar gugatan perdata, kecelakaan ini menjadi pemicu utama investigasi paling serius yang pernah dihadapi FSD. National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) membuka evaluasi awal pada Oktober 2024 setelah mengidentifikasi empat kecelakaan FSD dalam kondisi visibilitas rendah — termasuk yang menewaskan Story.

Pada Maret 2026, NHTSA meningkatkan status investigasi menjadi Engineering Analysis yang mencakup sekitar 3,2 juta kendaraan. Ini adalah langkah yang biasanya mendahului penarikan massal paksa. Temuan awal NHTSA cukup mengkhawatirkan: FSD tidak mendeteksi kondisi jalan yang umum terjadi selama kamera terhalang, dan baru bereaksi sesaat sebelum tabrakan.

Hingga kini, total sembilan insiden telah dikaitkan dengan masalah ini, termasuk satu kematian dan satu cedera. Yang lebih mengkhawatirkan, menurut analisis Tesla sendiri, pembaruan perangkat lunak yang dirilis hanya mampu mencegah 3 dari 9 kecelakaan tersebut — artinya mayoritas kasus tetap tidak tertolong.

Klaim Perbaikan Kamera, Tapi Waktu Pengembangan Jadi Sorotan

Dalam panggilan pendapatan kuartal pertama 2026, Wakil Presiden Teknik Kendaraan Tesla Lars Moravy mengklaim perusahaan telah mengganti kamera "beberapa bulan lalu." Kepala AI Ashok Elluswamy menambahkan Tesla telah menerapkan "langkah-langkah yang lebih ketat untuk visibilitas kamera" sehingga FSD tidak akan tersedia jika kamera tidak bisa melihat dengan jelas.

Namun ada kejanggalan dalam kronologi. Tesla baru mulai mengembangkan pembaruan deteksi degradasi kamera pada 28 Juni 2024 — sehari setelah perusahaan melaporkan kecelakaan fatal Arizona ke NHTSA, dan tujuh bulan setelah Story tewas. Urutan waktu ini menunjukkan pengembangan baru dimulai setelah insiden terjadi, bukan sebelumnya.

Strategi Hukum Tesla: Tutup Kasus di Luar Pengadilan

Penyelesaian kasus Story bukanlah yang pertama. Tesla saat ini menghadapi gugatan terkait Autopilot dan FSD dengan potensi nilai mencapai USD 14,5 miliar. Perusahaan punya alasan kuat untuk menyelesaikan kasus-kasus terburuk di luar pengadilan.

Pelajaran pahit sudah didapat di Florida. Dalam sidang Autopilot yang menjadi patokan, juri Miami memvonis Tesla bertanggung jawab 33% atas kecelakaan fatal dan menjatuhkan putusan USD 243 juta. Lebih buruk lagi, data kecelakaan yang sempat diklaim Tesla tidak ada ternyata berhasil ditemukan peneliti independen. Pekan ini saja, Tesla mengakui FSD aktif dalam kecelakaan fatal di Texas namun tetap menyalahkan pengemudi.

Kasus seorang pejalan kaki yang menjadi sukarelawan membantu lalu lintas, ditambah bukti cacat visibilitas kamera yang terdokumentasi, adalah kombinasi yang tidak ingin dihadapi Tesla di hadapan juri manapun.

Bagikan
Sumber: electrek.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks