Pencarian

Produksi Ikan Air Tawar Batam Capai 2.841 Ton per Mei 2026, Pemkot Sebut Kini Tak Lagi Bergantung Pasokan Luar Daerah

Sabtu, 27 Juni 2026 • 14:51:31 WIB
Produksi Ikan Air Tawar Batam Capai 2.841 Ton per Mei 2026, Pemkot Sebut Kini Tak Lagi Bergantung Pasokan Luar Daerah
Produksi ikan air tawar Batam mencapai 2.841 ton hingga Mei 2026, didominasi ikan lele.

BATAM — Kepala Diskan Kota Batam Yudi Admajianto mengungkapkan tren produksi ikan air tawar di Batam terus menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Hingga Mei 2026, total produksi mencapai 2.841,608 ton, didominasi oleh ikan lele sebanyak 1.442,348 ton.

“Saat ini kondisi di Batam secara umum sudah mencukupi untuk kebutuhan konsumsi masyarakat dan jauh lebih baik dibanding beberapa tahun lalu. Batam sudah relatif mandiri untuk ikan air tawar konsumsi,” kata Yudi saat dihubungi di Batam, Jumat.

Pasokan Utama Kini dari Pembudidaya Lokal

Yudi menegaskan bahwa pasokan utama ikan air tawar di Batam saat ini berasal dari pembudidaya lokal, bukan lagi dari kiriman luar daerah. Ia menyebut perubahan ini merupakan hasil dari pengembangan sektor budidaya yang konsisten dilakukan di berbagai kecamatan.

“Pasokan utamanya berasal dari pembudidaya lokal Batam, bukan lagi bergantung pada kiriman dari luar daerah,” ujarnya.

Sentra Produksi Terbesar di Galang

Sentra budidaya ikan air tawar tersebar di sejumlah wilayah seperti Tembesi, Sungai Beduk, Marina, hingga Galang. Namun, Kecamatan Galang masih menjadi penyumbang produksi terbesar karena memiliki lahan budidaya yang lebih luas.

Pada triwulan I 2026, produksi ikan air tawar di Kecamatan Galang mencapai 525,366 ton. Angka ini lebih tinggi dibandingkan Kecamatan Sagulung yang memproduksi 280,291 ton dan Kecamatan Batu Aji sebanyak 267,122 ton.

Selain lele, komoditas lain yang turut mendominasi adalah ikan patin sebanyak 860,343 ton, nila 465,474 ton, dan gurami 73,443 ton.

Dampak Ekonomi bagi Pembudidaya Lokal

Yudi menjelaskan bahwa tingginya produksi ikan air tawar tidak hanya memperkuat ketahanan pangan daerah, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian para pembudidaya yang tersebar di berbagai kecamatan.

“Kami optimistis tren produksi akan terus meningkat seiring berkembangnya sektor budidaya di Batam,” katanya.

Peningkatan tersebut diharapkan mampu menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan usaha pada sektor perikanan budidaya.

Bagikan
Sumber: kepri.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks