NATUNA — Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) akhirnya menyentuh warga di pulau-pulau terluar Kabupaten Natuna. Sebanyak 71 keluarga penerima manfaat di Kecamatan Pulau Tiga dan Pulau Tiga Barat menerima bantuan uang tunai langsung dari Bupati Cen Sui Lan, Sabtu lalu.
Penyerahan di Kecamatan Pulau Tiga berlangsung pagi hari di Lapangan Astaka, sementara penyaluran di Pulau Tiga Barat dijadwalkan pada siang harinya. Kunjungan bupati ini merupakan bagian dari agenda kerja jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) ke dua kecamatan tersebut.
Bantuan Beras dan Pasar Murah Ikut Digelar
Dalam kesempatan yang sama, Pemkab Natuna juga menyalurkan bantuan beras untuk keluarga rawan pangan kronis. Sebanyak 228 kepala keluarga di dua kecamatan itu masing-masing menerima 10 kilogram beras.
"Semoga bantuan dan pasar murah ini bisa bermanfaat bagi masyarakat Pulau Tiga," ujar Cen Sui Lan dalam sambutannya.
Operasi pasar murah turut digelar untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok di wilayah kepulauan yang kerap mengalami lonjakan harga akibat biaya distribusi tinggi.
Besaran Bantuan Disesuaikan Kondisi Penerima
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Natuna Puryanti menjelaskan bahwa nominal bantuan uang tunai PKH tidak seragam. Setiap keluarga menerima jumlah yang berbeda berdasarkan hasil pendataan tim sosial.
"Sebelum bantuan diberikan, ada tim yang melakukan pendataan terhadap calon penerima manfaat untuk mengetahui kebutuhan mereka," kata Puryanti.
Ia menambahkan bahwa PKH merupakan program yang sepenuhnya didanai oleh pemerintah pusat. Penerima bantuan ini adalah keluarga miskin dan miskin ekstrem yang terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Ribuan Warga Natuna Masuk Daftar Penerima PKH
Secara keseluruhan, jumlah penerima PKH di Kabupaten Natuna mencapai ribuan orang. Dari jumlah itu, 71 orang di antaranya tinggal di Pulau Tiga dan Pulau Tiga Barat.
Kedua kecamatan ini dikenal sebagai pulau penyangga yang berada di wilayah perbatasan. Akses distribusi bantuan ke sana kerap menjadi tantangan karena kondisi geografis yang terpisah dari pusat pemerintahan di Pulau Bunguran.
Pemkab Natuna berkomitmen untuk terus mempercepat penyaluran bansos ke wilayah-wilayah terluar agar tidak ada warga yang tertinggal, terutama di tengah tekanan harga pangan yang masih tinggi di tingkat lokal.