Pencarian

Wamendagri Bima Arya: Tata Ruang Jadi Kunci Optimalkan Potensi Kepri, dari Manufaktur hingga Wisata Sejarah

Rabu, 08 Juli 2026 • 21:24:32 WIB
Wamendagri Bima Arya: Tata Ruang Jadi Kunci Optimalkan Potensi Kepri, dari Manufaktur hingga Wisata Sejarah
Wamendagri Bima Arya menegaskan pentingnya tata ruang untuk mengoptimalkan potensi ekonomi dan budaya Kepri.

BATAM — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengingatkan bahwa tata ruang yang baik adalah fondasi untuk mengelola seluruh potensi ekonomi dan budaya di Kepulauan Riau. Dalam kunjungan kerja spesifik Komisi II DPR RI di Batam, ia menekankan perlunya pengendalian tata ruang agar pembangunan berkelanjutan. "Tentu tata ruangnya harus kita pastikan bisa terkendali, dan kita garap bersama-sama menjadi sumber pendapatan daerah," ujar Bima dalam keterangan resmi, Rabu (8/7/2026).

Empat Tantangan Utama yang Mengintai Pembangunan Kepri

Bima memaparkan, Kepri memiliki karakteristik geografis unik dengan wilayah perairan yang mendominasi. Namun, potensi di sektor manufaktur, perdagangan, kemaritiman, sumber daya alam, hingga pariwisata berbasis sejarah sangat besar. "Pekerjaan rumahnya adalah memastikan pemanfaatan ruang daratan yang terbatas dapat dilakukan secara optimal," tegasnya.

Ia mengidentifikasi empat tantangan serius yang harus diantisipasi pemerintah daerah (Pemda) di Kepri. Pertama, degradasi lingkungan yang terus terjadi. Kedua, kerentanan wilayah terhadap bencana. Ketiga, konflik tata ruang yang kerap muncul. Keempat, tingginya arus masuk penduduk, khususnya di Kota Batam.

Regulasi Daerah Harus Sinkron dengan Potensi dan Risiko

Menghadapi tantangan tersebut, Kemendagri bersama Komisi II DPR RI berkomitmen memastikan seluruh regulasi daerah selaras dengan potensi dan risiko yang ada. Bima menegaskan, setiap Peraturan Daerah (Perda) yang berkaitan dengan perencanaan APBD harus mempertimbangkan faktor-faktor tersebut. "Regulasi-regulasi ada, kami pastikan juga sinkron," jelasnya.

Selain potensi ekonomi, Bima menyoroti nilai historis dan budaya Kepri yang menjadi pembeda. Pulau Penyengat, misalnya, merupakan pusat kebudayaan Melayu dan tempat lahir Raja Ali Haji, penyusun pedoman bahasa Indonesia. Ia mengapresiasi rencana Pemprov Kepri membangun museum bahasa di Pulau Penyengat untuk memperkuat daya tarik wisata sejarah. "Daerah ini pusat pemerintahan Kerajaan Riau sejak tahun 1800. Jadi pusat kebudayaan Melayu," paparnya.

Sport Tourism: Peluang Baru Dongkrak PAD Batam dan Kepri

Tak hanya wisata sejarah, Bima juga mendorong pengembangan sektor sport tourism yang dinilai potensial. Ia meyakini Batam dan daerah lain di Kepri mampu menjadi tuan rumah ajang olahraga nasional maupun internasional. "Saya yakin, ini kalau Batam, Kepri, ini sport tourism, ada triathlon, nanti ada bintang maraton. Ini akan luar biasa," pungkasnya.

Acara tersebut turut dihadiri Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan, Gubernur Kepri Ansar Ahmad, serta jajaran Forkopimda Provinsi Kepri. Kemendagri, bersama Kementerian ATR/BPN dan Kementerian Pariwisata, akan mendukung penuh pengembangan potensi di daerah ini.

Bagikan
Sumber: news.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks