Pencarian

3 Kali Penerbangan Langsung Tiongkok-Bintan Terhenti, Ribuan Wisman Kapal Pesiar Beralih ke Malaysia

Sabtu, 25 Juli 2026 • 22:22:01 WIB
3 Kali Penerbangan Langsung Tiongkok-Bintan Terhenti, Ribuan Wisman Kapal Pesiar Beralih ke Malaysia

BINTAN — Rute penerbangan langsung dari Tiongkok menuju Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Bintan dulu aktif tiga kali seminggu. Kini tak satu pun jadwal penerbangan tersisa setelah pemerintah Indonesia mencabut fasilitas bebas visa bagi warga negara Tiongkok dan India. Dampaknya langsung terasa di sektor pariwisata Bintan yang selama ini mengandalkan pasar Asia Timur dan Selatan.

Rute Penerbangan dan Wisatawan Kapal Pesiar Hilang

Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, mengungkapkan bahwa pencabutan bebas visa turut memicu hilangnya ribuan kunjungan wisatawan kapal pesiar. "Kita mengharapkan kementerian imigrasi bisa meninjau ulang terkait manfaat bebas visa. Kita sudah keliling ke daerah, ternyata itu memberikan dampak besar," jelasnya saat melakukan kunker di Kabupaten Bintan.

Menurut Evita, sebelum kebijakan bebas visa dicabut, Tiongkok menjadi salah satu penyumbang utama wisatawan mancanegara ke Bintan. Bukan hanya penerbangan reguler yang berhenti, tetapi juga jadwal kapal pesiar yang sempat rutin merapat ke Pelabuhan Bandar Bintan Telani Lagoi dan Pelabuhan Sri Bintan Pura. Wisatawan kapal pesiar asal China disebut memilih Malaysia yang masih memberikan kemudahan visa tanpa kewajiban biaya.

Harapan Pemkab Bintan agar China dan India Kembali Masuk Daftar Bebas Visa

Bupati Bintan Roby Kurniawan menyambut baik kunjungan Komisi VII DPR RI yang dianggap menjadi angin segar bagi pemulihan pariwisata. "Dengan dukungan ini kita menjadi semangat lagi dalam mendorong kemajuan pariwisata. Semoga Bintan mendapatkan perhatian dalam pemberlakuan bebas visa bagi wisatawan mancanegara," ujarnya.

Pemkab Bintan saat ini telah berkolaborasi dengan pelaku usaha wisata untuk menyusun strategi promosi. Target utama tetap China dan India, tetapi kedua negara itu tidak termasuk dalam daftar negara yang mendapat fasilitas bebas visa ke Indonesia. Padahal, sebelum pencabutan, wisatawan asal China menyumbang lebih dari 30 persen kunjungan ke kawasan pariwisata Lagoi dan sekitarnya.

Pelaku Usaha Soroti Dampak Langsung ke Okupansi Hotel dan Lapangan Kerja

Para pengelola hotel dan resor di Bintan mengeluhkan penurunan okupansi yang signifikan sejak kebijakan visa berubah. Beberapa resor bahkan mengurangi jam operasional dan jumlah tenaga kerja harian. Kunjungan wisatawan mancanegara dari Tiongkok yang biasanya memenuhi vila-vila di Lagoi kini nyaris tidak ada. Sebagai gantinya, Malaysia dilaporkan kebanjiran wisatawan kapal pesiar asal China yang memilih Singapura dan Johor Bahru sebagai destinasi transit.

Evita Nursanty menegaskan bahwa temuan di Bintan akan dibawa ke tingkat Komisi VII DPR RI untuk dibahas bersama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. "Kami akan dorong agar kebijakan bebas visa dikaji ulang, terutama untuk negara-negara yang selama ini menjadi pasar utama pariwisata daerah seperti Bintan," pungkasnya.

Bagikan
Sumber: gotvnews.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks