TANJUNGPINANG — Kawasan Kilometer 8 Atas di Kota Tanjungpinang belum teraliri jaringan distribusi air bersih PDAM. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau memulai proyek pemasangan pipa jaringan distribusi utama (JDU) sepanjang 4 kilometer, membentang dari simpang Jalan DI Pandjaitan hingga Pasar Buah. Proyek ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi kebutuhan air bersih warga setempat.
Anggaran Rp5 Miliar dari APBD 2026
Kepala Dinas PUPP Kepri Rodi Yantari memastikan pemasangan pipa JDU sudah mulai dikerjakan. "Target kita selesai tahun ini, anggaran sekitar Rp5 miliar dari APBD Kepri 2026," ujarnya di Tanjungpinang, Sabtu (15/3). Seluruh biaya bersumber dari APBD Kepri 2026.
Urat Nadi Distribusi Air Bersih dari Dua Waduk
Pipa JDU ini menjadi urat nadi distribusi air bersih ke rumah warga, dengan suplai dari Waduk Sei Pulai dan Waduk Sei Gesek. Namun, Rodi menegaskan pipa utama belum bisa langsung mengalirkan air. "Tahun ini kita pasang pipa JDU dulu, baru pipa sambungan menyusul," ungkapnya.
Manfaat Langsung untuk Warga Kilometer 8 Atas
Setelah seluruh jaringan pipa pendukung rampung, warga Kilometer 8 Atas akan menikmati layanan air bersih dari PDAM Tirta Kepri milik Pemprov Kepri. Rodi menambahkan, pihaknya mempercepat proses distribusi. "Kami upayakan secepatnya distribusi pasokan air bersih dari PDAM mengalir ke rumah-rumah warga sekitar," ujarnya.
Tahapan Proyek: JDU Dulu, Sambungan Menyusul
Proyek ini bagian dari upaya Pemprov Kepri memperluas cakupan layanan air bersih di Tanjungpinang. Pemasangan pipa JDU menjadi langkah pertama, lalu pipa sambungan ke rumah warga menyusul pada tahap selanjutnya. Meski belum beroperasi dalam waktu dekat, warga Kilometer 8 Atas kini memiliki kepastian infrastruktur utama untuk mendapatkan air bersih.