BINTAN — Suprapto menilai prinsip koperasi yang menempatkan anggota sebagai pemilik sekaligus konsumen memiliki keunggulan dibandingkan model usaha konvensional. Dalam sistem usaha biasa, keuntungan cenderung terpusat pada pemilik modal dan berpotensi memperlebar kesenjangan ekonomi.
"Dalam koperasi, anggota bukan hanya konsumen, tetapi sekaligus pemilik usaha. Setiap aktivitas ekonomi dilakukan berdasarkan kebutuhan nyata anggota dengan berlandaskan asas kekeluargaan dan gotong royong," ujar Suprapto dalam pernyataan yang diterima, Senin.
Modal Sosial yang Sulit Ditiru
Politikus asal Bintan itu menjelaskan, ikatan ekonomi yang diperkuat rasa memiliki menjadi modal sosial yang tidak dimiliki badan usaha lain. Anggota koperasi akan membeli, menggunakan jasa, dan mengembangkan usahanya sendiri sehingga pasar relatif lebih stabil.
Keunggulan lain, mekanisme pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) mencerminkan keadilan ekonomi. Keuntungan tidak hanya untuk memperkuat lembaga, tetapi dibagikan kepada anggota sesuai tingkat partisipasi mereka.
Potensi Besar untuk Nelayan dan Petani
Bagi Bintan yang sebagian besar warganya bekerja di sektor perikanan, pertanian, dan usaha mikro, koperasi bisa menjadi solusi konkret. Suprapto mencontohkan, kelompok nelayan bisa membangun koperasi untuk menyediakan sarana produksi, bahan bakar, penyimpanan hasil tangkapan, hingga pemasaran bersama.
"Semakin besar jumlah anggota yang aktif, semakin besar pula kekuatan pasar koperasi," katanya.
Sebaliknya, ia memperingatkan bahwa koperasi yang hanya dibentuk untuk memenuhi program administratif atau mengejar bantuan pemerintah tanpa partisipasi anggota akan sulit bertahan. Banyak koperasi berhenti beroperasi karena tidak memiliki fondasi kebutuhan bersama dan tata kelola yang baik.
Peran Pemerintah sebagai Fasilitator
Suprapto menekankan, pengembangan koperasi ke depan harus dimulai dari akar rumput. Pembentukan koperasi harus lahir dari kesamaan kepentingan dan komitmen anggota untuk tumbuh bersama.
"Pemerintah berperan sebagai fasilitator melalui pembinaan, penguatan tata kelola, peningkatan kapasitas SDM, akses pembiayaan, serta perluasan jaringan pemasaran. Sementara masyarakat menjadi pelaku utama yang menghidupkan koperasi," paparnya.
Dengan potensi kelautan, perikanan, pertanian, dan pariwisata yang dimiliki Bintan, ia optimistis koperasi yang dikelola secara profesional dan transparan bisa menjadi pilar utama pembangunan ekonomi daerah sekaligus mengurangi kesenjangan.