NATUNA — Latihan pencarian dan pertolongan (SAR) di air digelar Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Natuna untuk meningkatkan kesiapsiagaan personel. Kepala Seksi Operasi KPP Natuna Budiman menyebut kegiatan ini menjadi respons langsung terhadap karakteristik geografis Kabupaten Natuna dan Kabupaten Kepulauan Anambas yang didominasi perairan.
Lokasi Praktik di Pulau Terluar Indonesia
Pelatihan tersebut dilaksanakan selama dua hari, mulai 14 hingga 15 Juli 2026. Sesi teori dan pembukaan dilakukan di Kantor SAR Natuna, sedangkan praktik lapangan mengambil tempat di kolam air tawar Kecamatan Bunguran Timur dan perairan Pulau Senua, salah satu pulau terluar Indonesia.
Budiman menjelaskan kedua lokasi praktik dipilih karena dinilai mewakili karakteristik alam di Natuna. "Meliputi jarak antar-pulau yang jauh, potensi dinamika cuaca ekstrem, serta tingginya aktivitas pelayaran dan penangkapan ikan," ujarnya.
Mengasah Kemampuan Teknis dan Mental Personel
Latihan ini dirancang untuk mengasah kemampuan teknis sekaligus menguji kesiapan mental dan fisik personel. Budiman mengatakan kegiatan ini juga bertujuan memperkuat solidaritas tim serta menanamkan disiplin sebagai garda terdepan pelayanan SAR di perbatasan.
"Latihan ini merupakan bagian penting dari upaya kita bersama untuk meningkatkan kualitas kemampuan dan kesiapsiagaan, baik secara individu maupun sebagai satu kesatuan tim," kata Budiman.
Evaluasi Prosedur Operasi Standar
Kegiatan tersebut juga menjadi instrumen evaluasi untuk menyempurnakan prosedur operasi standar dan efektivitas koordinasi antar unsur di lapangan. Budiman menambahkan penguatan latihan secara berkala adalah wujud komitmen KPP Natuna memastikan setiap personel siap dikerahkan setiap saat.
Tujuannya, memberikan pelayanan pencarian dan pertolongan yang profesional, bersinergi dan militan kepada masyarakat di wilayah perbatasan.
Keselamatan Tanggung Jawab Bersama
Budiman menekankan bahwa dalam setiap operasi SAR di laut, sekecil apa pun kelalaian dapat berakibat fatal. "Oleh karena itu, keberhasilan latihan tidak semata diukur dari capaian teknis, tetapi juga dari kemampuan kita menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan dengan aman dan selamat," pungkasnya.