TANJUNGPINANG — Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza, menyoroti adanya kesenjangan antara potensi dan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di wilayahnya. Ia menegaskan, pemetaan kondisi riil di lapangan menjadi kunci utama dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran.
“Evaluasi berbasis data sangat penting agar setiap kebijakan benar-benar tepat sasaran,” ujar Raja Ariza saat memimpin rapat monitoring pendapatan daerah, baru-baru ini.
Dalam rapat tersebut, Ariza mempertanyakan konsistensi data antara potensi pendapatan yang tercatat dengan realisasi yang dicapai. Ia meminta setiap perangkat daerah tidak hanya mengejar target, tetapi juga memahami dinamika di lapangan.
“Apakah potensi pendapatan bertambah tetapi realisasinya justru menurun, atau sebaliknya,” sebut Ariza, menggambarkan perlunya evaluasi akurat terhadap PAD dan retribusi daerah.
Langkah Strategis Optimalisasi PAD
Raja Ariza memaparkan sejumlah langkah strategis untuk mengejar ketertinggalan realisasi PAD. Salah satu yang menjadi prioritas adalah optimalisasi pajak daerah dan perluasan objek pajak yang selama ini belum tergarap maksimal.
Digitalisasi sistem pembayaran pajak juga masuk dalam agenda percepatan. Menurut Ariza, kemudahan layanan pembayaran akan mendorong kepatuhan wajib pajak, terutama dari sektor usaha kecil dan menengah.
“Sinergi lintas perangkat daerah harus semakin kuat dalam mengoptimalkan potensi PAD, agar mampu mendukung pembiayaan daerah,” pungkasnya.
Perangkat Daerah Diminta Lebih Proaktif
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk lebih proaktif menggali sumber-sumber pendapatan baru. Ia menekankan, potensi yang ada di Tanjungpinang tidak boleh dibiarkan tanpa pengelolaan yang serius.
Pemetaan ulang potensi PAD dinilai penting untuk mengetahui sektor mana yang masih bisa dioptimalkan. Langkah ini juga bertujuan agar kebijakan yang diambil tidak hanya berdasarkan asumsi, melainkan data aktual dari lapangan.
Rapat monitoring tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Tanjungpinang mengevaluasi kinerja pendapatan secara berkala. Dengan pendekatan berbasis data, diharapkan realisasi PAD ke depan bisa lebih mendekati potensi yang ada.