BINTAN — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun 2026 yang digelar Kodim 0315/Tanjungpinang menyasar kebutuhan dasar warga di pedalaman. Salah satu sasaran fisik utama adalah pembuatan sumur bor di Desa Lancang Kuning, Kecamatan Sri Kuala Lobam, yang dikerjakan pada Kamis (16/7/2026).
Warga Lancang Kuning Selama Ini Bergantung pada Air Hujan
Krisis air bersih di Desa Lancang Kuning sudah berlangsung bertahun-tahun. Ketika kemarau melanda, warga terpaksa membeli air bersih dari luar desa dengan biaya yang tidak sedikit. Sumur-sumur dangkal milik warga kerap kering, membuat aktivitas sehari-hari seperti mandi, mencuci, dan memasak menjadi sangat terbatas.
Kehadiran sumur bor ini diharapkan menjadi solusi permanen. Air tanah yang dibor hingga kedalaman tertentu dinilai lebih tahan terhadap musim kemarau dibandingkan sumber air permukaan.
Dansatgas: Bukan Hanya Jalan, Tapi Juga Air Bersih
Komandan Kodim 0315/Tanjungpinang sekaligus Dansatgas TMMD Ke-129, Kolonel Inf Abdul Hamid, S.I.P., menegaskan bahwa program TMMD tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur fisik seperti jalan.
“Pembuatan sumur bor ini merupakan salah satu bentuk kepedulian TNI terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Kami ingin memastikan warga memiliki akses terhadap air bersih yang layak. Melalui TMMD, kami tidak hanya membangun infrastruktur jalan, tetapi juga menghadirkan program-program yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung dan berkelanjutan oleh masyarakat. Semoga keberadaan sumur ini dapat meningkatkan kesejahteraan warga Desa Lancang Kuning,” ujar Kolonel Inf Abdul Hamid.
Sinergi TNI-Pemda Percepat Pembangunan Desa
TMMD Ke-129 merupakan wujud sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan. Selain sumur bor, program ini juga mencakup pembukaan dan peningkatan jalan desa yang menghubungkan permukiman warga dengan pusat kecamatan.
Dengan adanya sumur bor ini, kualitas hidup warga Lancang Kuning diharapkan meningkat secara signifikan. Akses terhadap air bersih yang stabil akan mendukung aktivitas ekonomi warga, seperti budidaya ikan dan pertanian skala kecil yang selama ini terhambat oleh keterbatasan air.