Pencarian

Stok Minyak Goreng di Tanjungpinang Aman, Disdagin Catat Kebutuhan 30 Ribu Liter Per Bulan

Jumat, 17 Juli 2026 • 16:07:31 WIB
Stok Minyak Goreng di Tanjungpinang Aman, Disdagin Catat Kebutuhan 30 Ribu Liter Per Bulan
Stok minyak goreng di gudang distributor Tanjungpinang tercatat mencapai 500 ribu liter, cukup untuk memenuhi kebutuhan warga selama lebih dari 16 bulan.

TANJUNGPINANG — Kepala Disdagin Kota Tanjungpinang, Riani, mengungkapkan bahwa total kebutuhan minyak goreng warga dalam sebulan mencapai 30 ribu liter. Jika dikalkulasi, angka itu setara dengan 360 ribu liter per tahun.

“Kalau dikalikan satu tahun, kurang lebih 360 ribu liter untuk kebutuhan satu tahun,” kata Riani, Jumat (17/7/2026).

Meski kebutuhan bulanan tergolong tinggi, Disdagin memastikan pasokan saat ini aman. Stok minyak goreng dari berbagai merek yang tercatat di gudang distributor mencapai 500 ribu liter. Jumlah itu lebih dari cukup untuk menutupi kebutuhan warga selama lebih dari 16 bulan ke depan tanpa pasokan baru.

Penyebab Harga Minyak Goreng Sempat Melambung

Riani menjelaskan, gejolak harga yang sempat terjadi beberapa waktu lalu bukan semata-mata karena kelangkaan pasokan. Ia menduga penyebabnya adalah praktik pengecer yang membeli minyak goreng tidak melalui saluran distributor resmi.

“Yang kita khawatirkan banyak pengecer yang membeli tidak melalui distributor resmi, sehingga harganya meningkat,” ucapnya.

Praktik ini membuat rantai distribusi terputus dan harga di tingkat pengecer melonjak di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Kondisi ini paling sering terjadi pada produk Minyakita, minyak goreng kemasan sederhana yang disubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

Disdagin Akan Bina Pedagang Nakal, Satgas Siap Tindak Tegas

Menanggapi temuan tersebut, Disdagin Tanjungpinang tidak akan tinggal diam. Riani menegaskan pihaknya akan melakukan pembinaan terhadap para penjual minyak yang kedapatan menjual di atas HET. Langkah ini diambil agar pedagang kecil tidak langsung berhadapan dengan sanksi hukum.

“Kalau dari kami, tentunya akan melakukan pembinaan. Kalau dari satgas pasti akan melakukan tindakan terukur apabila ada penjual yang nekat menjual diatas HET,” pungkasnya.

Pemerintah daerah berharap, dengan pengawasan yang ketat dan edukasi kepada para pengecer, harga minyak goreng di Tanjungpinang bisa tetap stabil. Masyarakat pun diimbau untuk membeli minyak goreng di tempat yang telah ditunjuk sebagai distributor resmi agar mendapatkan harga sesuai HET.

Bagikan
Sumber: ulasan.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks