TANJUNGPINANG — Pemerintah Kota Tanjungpinang mencatatkan tren positif realisasi investasi pada paruh pertama 2026. Capaian Rp470,601 miliar itu setara dengan sekitar 70 persen dari target tahunan sebesar Rp675 miliar.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Tanjungpinang, Adi Firman, menyebutkan peningkatan ini menandakan makin tingginya kepercayaan investor. Berbagai inovasi terus dilakukan, mulai dari penyederhanaan izin melalui sistem OSS-RBA hingga pendampingan pelaku usaha.
Investasi Dalam Negeri Mendominasi, Asing Baru Rp13 Miliar
Penanaman modal dalam negeri (PMDN) masih menjadi tulang punggung. Nilainya mencapai Rp457,482 miliar atau 97,21 persen dari total realisasi. Sementara itu, penanaman modal asing (PMA) tercatat Rp13,119 miliar atau hanya 2,79 persen.
Adi Firman mengungkapkan, pihaknya terus mendorong masuknya investasi asing ke Tanjungpinang. Salah satu caranya dengan menyusun pemetaan potensi investasi daerah yang akan dituangkan dalam dokumen Semi Investment Project Ready to Offer (IPRO).
Pulau Basing Disiapkan Jadi Kawasan Unggulan Investasi
Kawasan yang diprioritaskan dalam pemetaan itu adalah Pulau Basing. Lokasi ini diproyeksikan menjadi pusat investasi berbasis pariwisata, ekonomi maritim, dan jasa.
"Pemkot juga sedang menyusun regulasi pemberian insentif dan kemudahan investasi guna memberikan kepastian hukum, mempercepat realisasi investasi, sekaligus meningkatkan kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya," kata Adi di Tanjungpinang, Selasa.
Lima Sektor Penyumbang Investasi Terbesar
Selain transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi, sektor jasa lainnya menyumbang Rp75,651 miliar. Disusul perdagangan dan reparasi sebesar Rp11,392 miliar, konstruksi Rp4,743 miliar, serta perumahan, kawasan industri, dan perkantoran Rp2,670 miliar.
Adi optimistis realisasi investasi akan terus meningkat hingga akhir tahun. Menurutnya, pertumbuhan ini menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah sekaligus pencipta lapangan kerja baru bagi warga Tanjungpinang.
"Melalui sinergi kemudahan berusaha, promosi investasi yang lebih terarah, dan kepastian regulasi, kami berharap investasi terus tumbuh sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Adi.